Nilai Silpa APBD Kendal Terus Menyusut

by
Nilai Silpa APBD Kendal Terus Menyusut
SERAHKAN DOKUMEN- Sekda Kendal Moh Toha serahkan buku Laporan Keterangan Pertanggungjawaban Kepala Daerah (LKPKD) Tahun Anggaran 2018 kepada Ketua DPRD Kendal Prapto Utono. NUR KHOLID MS

*Tahun 2018 Turun hingga 10 Persen

KENDAL – Kinerja keuangan daerah di Kabupaten Tegal terus menunjukkan necara yang sehat. Terbukti, Nilai Sisa Lebih Penghitungan Anggaran (Silpa) APBD Kendal 2018 tercatat mengalami penurunan dibanding tahun sebelumnya.

Nilai Silpa APBD Kendal Terus Menyusut
SERAHKAN DOKUMEN- Sekda Kendal Moh Toha serahkan buku Laporan Keterangan Pertanggungjawaban Kepala Daerah (LKPKD) Tahun Anggaran 2018 kepada Ketua DPRD Kendal Prapto Utono. NUR KHOLID MS

Tahun 2018, besaran Silpa senilai Rp 212 miliar. Angka itu mengalami penurunan dibanding pos yang sama tahun 2017 yang mencapai Rp 234 miliar, sehingga terjadi penurunan Silpa hinga Rp 22 miliar.

“Alhamdulillah, Silpa APBD tahun 2018 mengalami penurunan sekitar 10 persen dari tahun sebelumnya,’’ kata Sekda Kendal, Moh Toha, saat Rapat Paripurna DPRD Kendal tentang Laporan Keterangan Pertanggungjawaban Kepala Daerah Tahun Anggaran 2018 yang digelar di Ruang Paripurna DPRD Kendal, Rabu (27/3).

Menurut Toha, Silpa pada 2018 lebih baik dari tahun sebelumnya. Hal itu menunjukkan penyerapan anggaran lebih baik sekaligus menunjukkan efisiensi penggunaan anggaran. “Target pendapat daerah pada 2018 capai Rp 2,127 triliun dan terealisasi Rp 2,138 triliun atau tercapai 100,5 persen,” terangnya.

Dijelaskan, pendapat daerah bersumber dari PAD Rp 335 miliar atau sekitar 99,35 persen dari yang ditargetkan, yaitu Rp 338 miliar, dana perimbangan terealisasi Rp 1,299 triliun dari target Rp 1,312 triliun dan berasal dari pendapatan daerah lain yang sah sebesar Rp 502 miliar.

“Belanja pemerintah daerah Rp 2,148 triliun yang terdiri atas belanja tidak langsung Rp 1,332 triliun dan belanja langsung Rp 1,013 triliun,”pungkasnya.

Sementara itu, Ketua DPRD Kendal, Prapto Utono, mengapresiasi penurunan angka Silpa tersebut. Namun, ia berharap di tahun 2019 Silpa bisa terus ditekan. “Sejumlah program yang belum tercapai sesuai target, bisa ditingkatkan di 2019,” harapnya. (lid)