Tiga Daerah Berlomba Bangun Mercusuar Ekonomi

by
Tiga Daerah Berlomba Bangun Mercusuar Ekonomi

TIGA daerah di jalur pantura, yakni Kabupaten/Kota pekalongan serta Kabupaten Batang terus bersaing untuk melakukan percepatan pembangunan di segala bidang. Belakangan, masing-masing kepala daerah bahkan beradu cepat ‘menjual’ gagasan pengembangan kawasan baru yang ditargetkan menjadi mercusuar ekonomi sekitar.

Tiga Daerah Berlomba Bangun Mercusuar Ekonomi

Bupati Batang, Wihaji misalnya, sudah sejak setahun lalu menggulirkan gagasannya untuk membangun Batang Super Block (BSB) di pusat Kota Batang. Seperti di kota-kota metropolis lainnya, BSB mengandaikan konsep kawasan yang dirancang secara terintegrasi, memadukan pusat perbelanjaan modern (mall), convention hall, sport centre, pusat kuliner, hingga wahana bermain dan hiburan lainnya.

Menurut Wihaji, kawasan BSB menjadi bagian dari program penataan wajah kota sekaligus mendongkrak visit Batang. Sesuai rencana awal, kawasan itu akan dibangun di lahan seluas 8 hektar lebih di bekas areal pasar darurat, Jalan Dr Sutomo, Kota Batang.

Namun dari hitung-hitungan anggaran, pembangunan BSB disebut akan menyedot anggaran hingga ratusan miliar. Karena itu, Pemkab Batang akhirnya membuka opsi pelibatan investor swasta untuk merealisasikannya.

Karena alasan itu pula, Bupati Wihaji memutuskan untuk mencicil gagasan besarnya itu dengan memprioritaskan pembangunan sport centre terlebih dahulu. Terlebih, selain memenuhi impian lama warga Batang, pembangunan gor indoor juga membutuhkan anggaran lebih dari Rp 100 miliar.

“Kita masih menata, kita rampungkan dulu Gor Indoor. Karena Detail Engeneering Desain (DED) untuk Gor Indoor sudah selesai, sehingga tahun 2020 nanti pembangunanya sudah bisa dimulai, dan nanti baru bisa kita sambungkan dengan masterplan Batang Super Block,” ungkap Wihaji, belum lama ini.

Keputusan itu juga diamini Sekda Batang, Drs H Nasikhin MH. Melihat besarnya biaya yang harus ditanggung dan adanya keterbatasan APBD, maka Pemkab berusaha untuk menggandeng investor.

“Untuk pembangunan gor indoor nya saja yang kita masukan kedalam RPJMD. Namun untuk pembangunan fisik BSB keseluruhan, kita masih mengupayakan dari investasi swasta,” ungkap Sekertaris Daerah Kabupaten Batang, Drs H Nasikhin MH, Senin (25/3) kemarin.

Perlu diketahui, untuk pembangunan Gor Indoor sendiri, Pemkab Batang telah merampungkan penyusunan Detail Engeneering Design (DED). Sehingga, realisasi pembangunannya tinggal menunggu kesiapan keuangan daerah, yang rencananya tahun 2020 nanti baru akan dianggarkan.

Seperti dikatakan Kabid Tata Bangunan Lingkungan (Tabaling) DPUPR Kabupaten Batang, Satriyo Rah Wicaksono ST, bahwa penyusunan DED yang dikerjakan oleh rekanan PT Surya Unggul Nusa dari Kota Madiun, dengan nilai kontrak Rp 455.565.000 telah selesai pada akhir tahun 2018.

“Sehingga nilai pengerjaan proyek pembangunan Gor Indoor pun telah muncul, yakni sebesar Rp 123.851.100.000. Rencana pembangunannya sendiri akan menggunakan anggaran APBD murni, yang baru akan dianggarkan mulai tahun 2020 mendatang,” jelasnya, beberapa waktu lalu.

Ia mengatakan, pada rancangan DED, gedung Gor Indoor akan berdiri 3 lantai. Adapun peruntukannya, pada lantai dasar akan digunakan sebagai area parkir kendaraan, lantai dua area lapangan dan tribun, dan lantai tiga tribun.

“Gor Indoor ini akan berdiri di atas areal tanah seluas 2,2 hektar di eks pasar darurat, dan pembangunannya akan memakan tanah BLK. Maka kemungkinan (bangunan BLK) akan digusur atau dipindah,” paparnya.

PEKALONGAN BARU

Mercusuar ekonomi baru juga mencuat di Kota Pekalongan.
Memiliki sumber daya alam dan lahan yang terbatas, Pemkot Pekalongan mewacanakan membuka sebuah kawasan baru di sekitar Interchange Tol. Kawasan yang akan direalisasikan mulai 2020 tersebut diberi nama ‘Pekalongan Baru’. Sebuah kawasan bisnis terintegrasi yang sekaligus ditargetkan akan menjadi lokasi wisata baru di Kota Pekalongan.

Walikota Pekalongan, Moch Saelany Machfudz, mengaku sadar betul dengan keterbatasan yang dimiliki Kota Pekalongan. Namun dia menyatakan, Pemkot tak boleh hanya berpangku tangan tapi harus terus menerus menggali ide dan menciptakan inovasi untuk pengembangan Kota Pekalongan.

“Mari kita berlomba-lomba memajukan daerah masing-masing. Sebab persaingan seperti ini maka dapat meningkatkan motivasi dalam upaya memajukan daerah kita,” tutur Walikota.

Namun Walikota meyakini Kota Pekalongan akan tetap menjadi pusat bisnis dan ekonomi di wilayah Pantura, khususnya wilayah Pekalongan Raya. Sehingga ke depan dia optimis Kota Pekalongan tetap akan menjadi pusat kegiatan dengan syarat harus terus melakukan inovasi dan terobosan untuk mengembangkan dan memajukan Kota Pekalongan.

SENTRA PLAZA KAJEN

Peluang sejenis juga telah digulirkan Pemkab Pekalongan. Memanfaatkan investasi, mereka menawarkan pengembangan kawasan ekonomi bernama Sentra Plaza, yang memadukan bangunan mall, hotel, dan mini theater, akan berdiri megah di pusat Kota Kajen.

Bupati Pekalongan, Asip Kholbihi mengungkapkan, sekarang ini telah banyak muncul ketertarikan investor dalam negeri untuk ikut bergabung di pembangunan Kota Santri.

“Setelah melihat kekayaan potensi yang dimiliki Kota Santri, dengan pusat perdagangan dan legenda batik nusantara, banyaknya UMKM jins, tekstil, dan lainnya. Wisata alam, serta Bojong menjadi salah satu pintu keluar Pemalang Batang Tol Road (PBTR),” jelas bupati, beberapa waktu lalu.

Tak cukup sampai di situ, pembangunan infrastruktur yang dua tahun terakhir dilakukan, serta munculnya banyak perguruan tinggi akan berdiri di Kabupaten Pekalongan, juga menjadi salah satu incaran investor.

Dibeberkan, saat ini salah satu investor sudah memastikan untuk membangun Sentra Plaza, yang merupakan pusat keramaian di ibu kota Kabupaten Pekalongan. Dalam waktu dekat akan dilakukan penandatangan kerjasama atau MoU, kemudian langsung dilanjutkan proses pembangunan dengan waktu paling lama 1,5 tahun.

“Pihak investor Sentra Plaza sudah memaparkan proyeknya, serta menunjukkan animasi gedung pusat keramaian yang di dalamnya ada mal, hotel, kolam renang umum, mini theater, dan sebagainya,” tandas Asip.

Hasil dari pemaparan proyek tersebut, Pemkab sudah memberikan persetujuan dan akan dilakukan proses kerjasama yang dipimpin langsung Sekda Mukaromah Syakoer, agar proyek melengkapi pembangunan di Kota Santri tersebut.

Menurutnya, masuknya investor tersebut akan memberikan dampak luas bagi pembangunan daerah, serta memberikan peningkatan kesejahteraan bagi masyarakat. Karena lapangan kerja dapat terserap dalam jumlah banyak.

“Meski demikian, saya tetap memperhatikan aspek-aspek kedaerahan, agar tempat tersebut juga dilengkapi dengan mushola. Sehingga di keramaian masyarakat tetap menjadikan ibadah sebagai satu yang utama,” jelas bupati.

Baik Batang Super Block, Pekalongan Baru, maupun Sentra Plaza Kajen, ketiganya menjadi gagasan mercuar di masing-masing daerah, utamanya dalam mendongkrak percepatan pertumbuhan ekonomi. Terlebih, masing-masing punya modal untuk mewujudkan. Sementara Batang menawarkan lahan, potensi wisata, hingga jaminan energi listrik PLTU, Pemkot Pekalongan menawarkan keramaian melalui dukungan pusat perbelanjaan dan hotel hingga pusat kerajinan dan sentra batik. Adapun Pemkab Pekalongan menawarkan potensi wisata, lahan, sentra batik, UMKM, dan lainnya.

Kecuali itu, dukungan prasarana jalan juga membuat ketiga daerah itu cukup strategis untuk terus bertumbuh. Selain jalan nasional pantura, pantai, ketiganya juga kini dihubungkan oleh jalur tol Trans Jawa. Jika kawasan baru yang digagas ketiga kepala daerah itu terrealisasi, maka potensi peningkatan keramaian dan perputaran ekonomi di masa mendatang yang menjanjikan. (fel/nul/sef/ap5)