Tingkatkan Profesionalitas, Guru SMP Lauching Buku dan Seminar Penelitian

by
Tingkatkan Profesionalitas, Guru SMP Lauching Buku dan Seminar Penelitian
SEMINAR - Beberapa guru SMP di sekitar Bawang dan Limpung saat menggelar seminar ilmiah PTK dan PTS. NOVIA ROCHMAWATI

BAWANG – Di era 4.0 ini, guru harus beradaptasi dengan kemajuan teknologi. Dan guru dituntut untuk meningkatkan kompetensi dan profesionalitas mereka khususnya di bidang kepenulisan. Berpatokan dari hal tersebut sekelompok guru di Bawang dan sekitarnya menggelar seminar Penelitian Tindakan Kelas (PTK) serta Penelitian Tindakan Sekolah (PTS) dan launching buku sebagai wadah untuk menyalurkan keahlian mereka dalam menulis. Seminar ini digelar di SMPN 3 Bawang, Sabtu (23/3).

Tingkatkan Profesionalitas, Guru SMP Lauching Buku dan Seminar Penelitian
SEMINAR – Beberapa guru SMP di sekitar Bawang dan Limpung saat menggelar seminar ilmiah PTK dan PTS. NOVIA ROCHMAWATI

Untuk seminar PTK dan PTS dan launching buku ini diikuti oleh sembilan orang guru dan kepala sekolah. Yakni dari SMPN 2 Bawang, SMPN 3 Bawang, dan SMPN 1 Limpung. Seminar PTK dan Seminar Best Practise serta Launching buku adalah yang pertama kali yang diselenggerakan oleh SMP Negeri 3 Bawang dan yang kedua kali di Kecamatan Bawang. Kegiatan ini dilakukan secara swadaya oleh para peserta seminar.

“Total ada sembilan dan kepala sekolah dari 3 SMP Negeri yang mengikuti Seminar Penelitian Tindakan Kelas, Seminar Best Practise dan Launching Buku yang diadakan di SMP Negeri 3 Bawang. Seminar yang bertujuan untuk meningkatkan professional guru ini, sebagai salah satu persyaratan guru-guru untuk menuju jenjang pangkat yang lebih tinggi. Dan menjadi wadah untuk meningkatkan kompetensi dalam hal kepenulisan dan penelitian,” terang perwakilan panitia, Aryatmono Siswandi SPd MA didampingi Drs Bambang Setiyadi.

Dijelaskan, peserta seminar dari SMP Negeri 2 Bawang adalah Titiari Hikmawati SPd, SMP Negeri 3 Bawang diwakili Tien Anna Widyasih SPd, Nur Indah SPd, Erina Udanharti SPd, Drs Bambang Setiyadi dan Sumarmiati SPd. Sedangkan dari SMP Negeri 1 Limpung adalah Surati MPd.

“Salah satu contoh seminar PTK yakni dari SMP Negeri 3 Bawang, Dimana Bu Tien Anna Widyasih mempresentasikan PTK dengan judul Upaya Peningkatan Prestasi Belajar Mata Pelajaran Bahasa Indonesia dengan Pengembangan Kreativitas Berimajinasi Melalui Kegiatan Penulisan Jurnal Pada Siswa Kelas VII A Semester I Tahun Pelajaran 2018/2019 SMP Negeri 3 Bawang Kabupaten Batang,” jelas Aryatmono.

Dalam kesempatan ini, Aryatmono yang juga Kepala SMPN 2 Bawang juga mengikuti seminar karya Best Practise yang berjudul Mewujudkan Sekolah Pinggiran Meraih Prestasi. Tak hanya best practice ia juga melaunchng buku tentang Autobiografi yang berjudul Gosis, Pengawas Bus dan Pemburu Belalang Menggapai Cinta dan Harapan (Indah Pada Waktunya). Tak hanya Aryatmono, ada satu buku juga yang dilaunching, dimana buku ini merupakan karya Kepala SMP Negeri 3 Bawang, Purbo Kuncoro yang menyajikan novel dengan judul Zikir Makabah.

“Sesuai dengan peraturan perundangan yang ada, setiap guru yang akan naik pangkat dari jenjang IIIb keatas, diwajibkan membuat sebuah karya tulis sebagai penilaian khusus dalam angka kredit. Karya tulis dimaksud berupa Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang banyaknya ditentukan sesuai keperluan penilaian dan wajib dipublikasikan atau diseminarkan,” terang Bambang.

Diterangkan, seminar PTK yang dilaksanakan bertujuan mengadakan penyempurnaan karya tulis yang kiranya masih bermasalah. Kegiatan ini juga diharapkan mampu membiasakan para guru untuk mampu menyusun karya tulis sebagai persyaratan utama dalam kenaikan pangkat.

Pengawas SMP Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kab Batang Bapak Anang Junianta, S.Pd, M.Pd yang hadir saat pembukaan seminar menjelaskan PTK bukan semata-mata untuk kenaikkan pangkat saja. Akan tetapi PTK sebagai instrumen untuk meningkatkan prestasi siswa. PTK memang perlu diadakan seminar seperti saat ini sehingga memudahkan para guru untuk mepresentasikan hasil karya mereka.

“Karya yang diseminarkan perlu direvisi sehingga hasilnya lebih maksimal. Kita jangan nyaman dengan kondisi dengan pangkat yang sekarang ada, harus memiliki kemauan untuk meningkatkan keprofesionalan sebagai seorang pendidik,” ujarnya. (nov)