Perjuangkan Kesejahteraan, Fortuner Gabung PGRI

by
Perjuangkan Kesejahteraan, Fortuner Gabung PGRI
PENGARAHAN - Perwakilan pengurus Fortuner saat mendapatkan pengarahan dari pengurus PGRI Kota Pekalongan setelah resmi bergabung dengan PGRI, Senin (18/3). M. AINUL ATHO

KOTA – Forum Tata Usaha dan Guru Honorer (Fortuner) Kota Pekalongan, resmi bergabung dengan Persatuan Guru republik Indonesia (PGRI). Memiliki 234 anggota, terbentuknya Fortuner bertujuan untuk memperjuangkan kesejahteraan dan memberikan perlindungan bagi tenaga tata usaha dan guru honorer yang bertugas di sekolah.

Perjuangkan Kesejahteraan, Fortuner Gabung PGRI
PENGARAHAN – Perwakilan pengurus Fortuner saat mendapatkan pengarahan dari pengurus PGRI Kota Pekalongan setelah resmi bergabung dengan PGRI, Senin (18/3). M. AINUL ATHO

Hal itu terungkap dalam kegiatan pengenalan dan pengarahan anggota baru PGRI di Sekretariat PGRI Kota Pekalongan, Senin (18/3). Belasan pengurus Fortuner Kota Pekalongan, mendapatkan pengarahan dari jajaran pengurus PGRI yang dipimpin langsung oleh Ketua PGRI Kota Pekalongan, Robby Agustiono.

Ketua Fortuner Kota Pekalongan, M Rizky Chalalan mengatakan, Fortuner merupakan sebuah forum yang menjadi wadah bagi tenaga tata usaha dan guru honorer di Kota Pekalongan yang jumlahnya tidak sedikit. Dia menyatakan, setelah bergabung dengan PGRI ada beberapa isu yang akan diangkat Fortuner untuk diperjuangkan.

“Yang utama tentu saja untuk memperjuangkan kesejahteraan teman-teman. Selama ini tenaga tata usaha dan guru honorer di sekolah mendapatkan gaji yang nilainya masih di bawah UMK. Kemudian kami juga ingin menindaklanjuti terkait dengan perlindungan teman-teman, terutama adanya CPNS baru yang akan ditempatkan di sekolah. Kami ingin memastikan teman-teman tidak tergeser dengan adanya tenaga-tenaga baru tersebut,” katanya.

Untuk itu, setelah pengarahan bersama pengurus PGRI Fortuner akan langsung melangkah yakni dengan melakukan audiensi dengan beberapa pihak terkait seperti Dinas Pendidikan, Komisi C DPRD Kota Pekalongan dan Walikota Pekalongan. “Dalam waktu dekat kami akan gelar audiensi didampingi PGRI. Tujuannya untuk mengenalkan diri dan menyampaikan apa yang menjadi uneg-uneg teman-teman honorer,” tambahnya.

Sebelum terbentuknya Fortuner, dikatakan Rizky tenaga tata usaha maupun guru honorer berjalan masing-masing. Karena memiliki tujuan yang sama, akhirnya diputuskan untuk membentuk suatu wadah tersendiri. “Jumlah 234 anggota ini belum semuanya masuk. Sehingga kami juga meminta kepada teman-teman yang belum terdaftar agar mendaftarkan diri agar semuanya terdata dan kita bisa berjuang bersama,” pesannya.

Ketua PGRI Kota Pekalongan, Robby Agustiono menambahkan, bergabungnya tenaga tata usaha dan guru honorer ke PGRI otomatis membuat PGRI akan turut serta mengawal apa yang menjadi tuntutan dari Fortuner. “Kami akan kawal, dampingi dan mengarahkan agar langkah dan perjuangan mereka tepat sasaran serta efektif,” tandasnya.(nul)