Soal Pengelolaan Lingkungan, Perusahaan Diminta Terbuka

by
Soal Pengelolaan Lingkungan, Perusahaan Diminta Terbuka
SOSIALISASI - DLH Kota Pekalongan menggelar sosialisasi terkait pelaksanaan Proper kepada 44 perusahaan di Kota Pekalongan, Senin (11/3). DOK DINKOMINFO

KOTA – Dinas Lingkunan Hidup (DLH) Kota Pekalongan menggelar sosialisasi Peningkatan Peringkat Kinerja Perusahaan (Proper) kepada 44 perusahaan di Kota Pekalongan, Senin (11/3).

Soal Pengelolaan Lingkungan, Perusahaan Diminta Terbuka
SOSIALISASI – DLH Kota Pekalongan menggelar sosialisasi terkait pelaksanaan Proper kepada 44 perusahaan di Kota Pekalongan, Senin (11/3). DOK DINKOMINFO

Dalam sosialisasi tersebut, perusahaan diminta taat dalam pengelolaan lingkungan karena akan dinilai dan diberikan peringkat oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) RI.

Kasi Pengendalian Pencemaran Lingkungan Hidup DLHK Provinsi Jawa Tengah, Marnang Haryoto yang hadir sebagai narasumber, meminta kepada perusahaan-perusahaan agar bersikap terbuka terkait pengelolaan lingkungan.

“Proper sebenarnya mengingatkan kepada perusahaan-perusahaan terkait ijin yang dimiliki perusahaan terkait ijin lingkungan. Perusahaan harus terbuka terkait pengelolaan lingkungan, mengelola apa, usahanya apa, menghasilkan limbah apa untuk mengantisipasi terjadinya kerusakan lingkungan lingkungan,” kata Marnang.

Peringkat ketaatan perusahaan akan dikelompokkan dalam 5 peringkat warna yang didasarkan pada indikator ketaatan yakni hitam dengan poin 0-20 yang berarti tidak taat, merah dengan poin 20-40 yang berarti perlu ada teguran, biru dengan poin 40-60 yang berarti sudah melaksanakan tapi perlu peningkatan, hijau dengan poin 60-80 yang berarti sudah bagus namun belum terlalu bagus, dan emas dengan poin 80-100 yang berarti sudah luar biasa bagus.

Penilaian terhadap ketaatan perusahaan tersebut, akan dilihat berdasarkan izin lingkungan, pengendalian pencemaran air dan udara, pengelolaan limbah bahan berbahaya dan beracun (B3), serta potensi kerusakan lahan.

Kepala DLH Kota Pekalongan, Purwanti saat membuka kegiatan sosialisasi mengatakan bahwa dalam sosialisasi kali ini ada 44 perusahaan dari total sebanyak 1051 perusahaan yang ada di Kota Pekalongan. Mayoritas perusahaan yang hadir bergerak di bidang perbatikan.

“Proper ini sebenarnya menilai peringkat kinerja perusahaan dalam pengelolaan lingkungan hidup. Harapan kami semua perusahaan di Kota Pekalongan minimal mendapatkan proper hijau karena penilaian ketaatan perusahaan terhadap pengelolaan lingkungan hidup oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) RI diberikan peringkat,” jelas Purwanti.

Dikatakannya, penilaian peringkat tersebut sangat berpengaruh terhadap reputasi perusahaan. Setelah diberikan sosialisasi, para pemilik perusahaan di Kota Pekalongan diharapkan dapat berpartisipasi aktif untuk mengikuti program Proper ini sebab permasalahan pengelolaan lingkungan memerlukan sinergitas dan penanganan dari semua pihak termasuk dari pengusaha dan partisipasi masyarakat.

“Hari ini kami kedatangan narasumber dari DLH Provinsi Jawa Tengah yang diwakilkan oleh Pak Marnang beserta jajaran untuk memberikan pemahaman kepada pemilik perusahaan bagaimana kriteria proper dan sebagainya. Setelah mereka memahami, perusahaan-perusahaan yang ada di Kota Pekalongan dapat berpartisipasi aktif untuk mengikuti program proper ini. Perusahaan harus taat terhadap aturan-aturan yang ada dan akan dinilai serta dipantau dari DLH, penilaian ini akan berpengaruh terhadap reputasi perusahaan yang juga kaitannya dengan relasi dengan pihak-pihak lain,” tandasnya. (nul)