Radar Batang

Tenang, 400 Produk UMKM Dijamin Aman

BATANG – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Batang memastikan sekitar 400 produk industri pangan rumah tangga atau Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) di Batang aman. Pasalnya ratusan produk itu sudah mengantongi izin edar bahan pangan.

SOSIALISASI – Dinkes Kabupaten Batang memberikan penyuluhan Keamanan Pangan kepada puluhan pelaku UMKM, Rabu kemarin, di aula PMI.
NOVIA ROCHMAWATI

Dinkes pun terus berupaya agar produk-produk lain bisa segera mendapatkan izin. Salah satunya dengan menggelar Penyuluhan Keamanan Pangan kepada puluhan pelaku UMKM di Kabupaten Batang, Rabu (13/2) di aula PMI Batang.

“Data di Dinkes mencatat ada 400 UMKM di Kabupaten Batang yang sudah memiliki izin edar bahan Pangan. Dinkes terus mendorong kepada pelaku industri pangan yang belum memiliki izin untuk segera mengurusnya,” ucap Kepala Dinkes Kabupaten Batang, dr Hidayah Basbeth, melalui Kasi Kefarmasian dan Alat kesehatan, Riza Zakiyah.

Menurut Riza, salah satu syarat wajib agar Pelaku UMKM bisa memperoleh izin tersebut adalah dengan mengikuti Penyuluhan Keamanan Pangan. Pasalnya, setelah mengikuti penyuluhan pelaku usaha memperoleh Sertifikat Produksi Pangan Industri Rumah Tangga (SPPIRT). Sementara SPPIRT sendiri menjadi salah satu syarat utama memiliki surat Izin Edar Bahan Pangan yang dikeluarkan oleh Dinas Penanaman Modal Dan Perijinan Terpadu (DPMPT) Batang.

Dalam penyuluhan tersebut, pelaku UMKM memperoleh informasi terkait perundang-undangan bidang pangan, Hygiene dan Sanitasi , bahan tambahan pangan, Label dan kemasan, Kiat produksi pangan yang baik bagi industri rumah tangga, dan kemasan produk.

“Pelaku usaha kami beri penyuluhan, selama dua hari. Setelah itu, mereka wajib mengikuti ujian tertulis yang kami berikan dengan nilai kelulusan minimal 60. Jika lulus, mereka dapat sertifikat secara gratis,” ujar Riza.

Kegiatan macam itu sudah menjadi agenda rutin Dinkes Batang. Setiap tahunnya, Dinkes menggelar sebanyak dua kali dengan jumlah peserta sesuai pelaku UMKM yang mendaftar. Biasanya setiap penyuluhan terdapat 30 sampai 40 pelaku usaha yang mengikuti. Bahkan, Kegiatan penyuluhan masih diberikan juga kepada pelaku UMKM yang sudah memiliki sertifikat. “Ini sebagai bentuk pembinaan kami kepada Pelaku UMKM agar bisa meningkatkan kualitas produk mereka,” imbuhnya

Selain itu, produk yang memiliki SPPIRT, berarti telah menjamin kualitas produk milik pelaku UMKM, yang sesuai standar Cara Produksi Pangan yang baik Industri rumah Tangga (CPPB-IRT). “Surat Izin edar bahan Pangan berumur lima tahun, ketika mau habis jangka waktu, Dinkes akan mengingatkan enam bulan sebelumnya,” katanya.

Diakui Riza, ada puluhan pelaku UMKM yang tidak memperpanjang izin tersebut. Hal itu terjadi karena beberapa faktor, seperti usaha gulung tikar, berganti alamat dan lainnya. Sebenarnya mengurus surat Izin Edar Bahan Pangan tidaklah sulit. Cukup mengisi Formulir, menyerahkan desain label Produk, dan surat rekomendasi dari Puskesmas setempat. Setelah itu, Dinkes melakukan inpeksi untuk melihat produksi produk, mulai bahan mentah sampai produk sudah jadi. Kalau produk berbahan air ada uji laboratoriun.

“Hanya air yang kami uji lab. Itupun kalau tidak menggunakan air PDAM. Bahan lain tidak kami uji karena industri rumah tangga berbahan umum yang tidak memiliki titik kritis pangan,” pungkasnya. (Nov)

Facebook Comments