Radar Kendal

Siap Tampung Caleg Gagal, RSUD dr Soewondo Beri Pelayanan Pasien Gila

Paska Pemilu Bakal Dioperasioanalkan

Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Soewondo Kendal menunjukkan keseriusannya untuk membuka layanan khusus bagi pasien gila. Saat ini, Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) itu bahkan tengah berbenah mempersiapkan berbagai fasilitas yang dibutuhkan, seperti seperti ruang rawat inap lengkap dengan tempat tidur dan kamar mandi serta fasilitas lainnya. Rencananya, operasional pelayanan untuk pasien gila itu resmi akan dilakukan paska Pemilu 2019.

Hal itu dibenarkan Direktur RSUD dr Soewondo, dr H Haris Tiyanto SpB, melalui Kabid Pelayanan Medik, dr Mastutik, Rabu (13/2). Menurutnya, pembangunan gedung rawat inap dua lantai untuk perawatan pasien gila sudah selesai. Nantinya akan digunakan untuk pelayanan bagi pasien umum ganggan jiwa 10 pasien perempuan dan 10 pasien laki-laki.

TINJAU – Didampingi Humas RSUD dr Soewondo dr Muhammad Wibowo, Kabid Pelayanan Medik dr Mastutik, tinjau ruang perawatan yang akan digunakan assesmen bagi pasien ganguan jiwa. Berbagai fasilitas tengah disiapkan rumah sakit tersebut. NUR KHOLID MS

“Gedung rawat inap ini kami bangun di sisi selatan bagian belakang rumah sakit. Ini untuk memberikan rasa aman dan nyaman bagi pasien lain yang tidak gila,” katanya.

Dijelaskan Mastutik, fasilitas perawatan untuk pasien gangguan jiwa sangat dibutuhkan. Pasalnya, banyak terjadi tindakan negatif dari pasien yang justru membahayakan bagi dirinya sendiri maupun orang lain. Misalkan, tak sedikit dari pasien depresi dan gila yang memanfaatkan elemen ruang untuk melakukan kekerasan atau melarikan diri.

Karena itu, diperlukan desain elemen ruang pada bangunan rumah sakit jiwa berdasarkan keamanan dan kenyamanan pasien. “Pemilihan teralis besi yang dipasang di ruang kamar perawatan tentu kami perhatikan segi keamanannya. Begitu juga tempat tidur pasien. Teralis besinya sesuai dengan komparasi material elemen ruang. Teralis rapat dengan motif vertikal memiliki tingkat keamanan yang tinggi karena tidak dapat digunakan untuk menggantungkan diri. Tempat tidurnya sebanyak 20 unit,” terangnya.

Humas RSUD dr Soewondo Kendal, dr Muhammad Wibowo menambahkan, selain fasilitas penunjang, pihaknya juga tengah mempersiapkan kebutuhan tenaga medisnya, baik dokter ahli jiwa dan perawatnya. Pada gedung pelayanan bagi pasien gila itu juga akan ditempatkan scurity.

“Untuk SDM nya sedang kami persiapkan, yakni dokter ahli jiwa dan perawatnya. Mereka nantinya yang akan melakukan assesmen bagi pasien yang menderita gangguan jiwa sesuai dengan prosedur,” ujarnya.

Lanjut Wibowo, pengawasan secara fisik dapat dicapai dari bangunan atau ruang yang melingkupinya. Oleh karenanya, elemen-elemen dalam ruang harus bisa meminimalkan pasien dari kemungkinan terluka atau melukai diri dan hal-hal yang membahayakan dirinya sendiri.

“Berbagai elemen ruang yang dimaksud, yaitu lantai, dinding, langit langit, pintu, jendela, dan perabot ruang. Untuk sakelar lampu akan dipasang di luar kamar pasien gangguan jiwa, supaya tidak dijadikan mainan. Jika sakelar lampu rusak, kabel yang teraliri listrik itu akan tampak dan itu membahayakan,” pungkasnya.

Sementara itu, Bupati Kendal, Mirna Annisa mengatakan, pembangunan gedung untuk perawatan pasien ganguan jiwa yang ada di RSUD dr Soewondo itu bukan untuk Rumah Sakit Jiwa (RSJ). “Bukan untuk RSJ, tapi gedung itu dibangun untuk ruang perawatan bagi pasien yang mengalami gangguan jiwa,” katanya. (nur)

Facebook Comments