Radar Kendal

Belum Semua Perusahaan Maksimal Terapkan K3

*500 Pekerja Ikuti Apel Peringatan K3

KENDAL – Sebanyak 500 pekerja dari 40 perusahaan di Kabupaten Kendal mengikuti Apel dan Peringatan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) yang digelar Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Kendal di Gor Bahurekso Kendal, Selasa (12/2). Dalam apel, Pemkab memberikan penghargaan kepada dua perusahaan pelopor yang telah menerapkan K3, yakni PT Sari Tembakau Harum dan PT Rimba Partikel Indonesia.

Belum Semua Perusahaan Maksimal Terapkan K3
SERAHKAN – Kepala Bidang Pemasaran BPU, Noviana Kartika Setyaningtyas, dan Kepala Kantor Cabang Perintis Kendal, Yunan Shahada didampingi Kepala Disnaker Kendal, Syukron Samsul Hadi, serahkan santunan kepada beberapa ahli waris. Yakni dari unsur perangkat desa dan dua pekerja dari suatu perusahaan. NUR KHOLID MS

Selain menyajikan simulasi P3K pada korban pingsan dan patah tulang, BPJS Ketenagakerjaan juga berkesempatan menyerahkan santunan kepada beberapa ahli waris, baik untuk perangkat desa maupun perusahaan.

Kepala Dinas Tenaga Kerja Kendal, Syukron Samsul Hadi mengatakan, penghargaan diberikan karena dua perusahaan sudah mendapat sertifikat penerapan K3 oleh tim penilai dari pusat. Semua perusahaan di Kendal sudah menerapkan K3, namun ada yang belum melakukannya secara maksimal. “Dengan apel dan sosialisasi K3 ini harapannya semua perusahaan dan semua pekerja benar-benar memperhatikan K3, sehingga para pekerja bisa bekerja dengan nyaman dan aman,” katanya.

Kasi Persyaratan Kerja dan Kesejahteraan Tenaga Kerja pada Disnaker Kendal, Kusumartini menambahkan, pihak dinas sudah rutin melakukan sosialisasi K3 ke semua perusahaan di Kendal. Namun saat dilakukan pemantauan, ternyata masih ada pekerja yang tidak mengindahkan dengan menggunakan alat pengaman diri (APD), seperti masker, sepatu boat, padahal di tempatnya bekerja alat tersebut sangat penting untuk dikenakan. “Sosialisasi sudah dilakukan, maka yang penting adalah adanya kesadaran menerapkan K3 supaya menjadi budaya, sehingga tanpa disuruh pun akan menerapkannya,” imbuhnya.

Kepala Bidang Pemasaran BPU, Noviana Kartika Setyaningtyas mengatakan, santunan diberikan kepada ahli waris dari almarhum Riyono selaku perangkat desa Desa Cacaban, Kecamatan Singorojo. Dua orang penerima manfaat lagi adalah ahli waris dari almarhum Eko Widodoningsih yang bekerja di perusahaan PT Kayu Lapis Indonesia, dan ahli waris dari almarhum Ikvina Lailatul Qodriyah dari perusahaan PT Sari Tembakau Harum. ” BPJS Ketenagakerjaan mencoba berperan aktif untuk meningkatkan kesadaran pekerja akan pentingnya perilaku selamat dalam bekerja melalui program program BPJS Ketenagakerjaan,” katanya.

Kepala Kantor Cabang Perintis Kendal, Yunan Shahada mengungkapkan, perlindungan jaminan sosial itu kebutuhkan semua pekerja di Indonesia, tanpa memandang ruang lingkup pekerjaan, seperti di kantoran, pabrik, perangkat desa, tukang ojek online, sampai pengurus RT butuh perlindungan. Sebabsetiap pekerjaan pasti ada resikonya.

“BPJS Ketenagakerjaa merupakan program jaminan sosial berdasarkan 9 prinsip SJSN, di antaranya adalah prinsip nirlaba (non profit) di mana semua hasil penyelenggaraan program seluruhnya diberikan kepada pekerja itu sendiri, atau penerima manfaat lainnya. Dengan sifat nirlaba, BPJS memastikan dengan iuran yang tidak memberatkan tapi manfaat yang diterima oleh peserta sangatlah besar,” ungkapnya.

Perlu diketahui, hingga kemarin sudah 239 desa, 2.477 perangkat desa di Kabupaten Kendal yang terdaftar di BPJS Ketenegakerjaan. Melalui peringatan bulan K3, BPJS Ketenagakerjaan dengan Pemkab Kendal hadir untuk menyadarkan pekerja akan perlindungan jaminan sosial. “Sehingga para pekerja dapat fokus bekerja tidak perlu khawatir atas risiko kerja,” pungkasnya. (nur)

Facebook Comments