Radar Kendal

Atasi Keterbatasan Lahan, Warga Dilatih Teknik Hidroponik

KENDAL – Pelan tapi pasti, ketersediaan lahan untuk bercocok tanam ke depan akan semakin menyusut karena terjadinya alih fungsi lahan. Untuk mengatasi keterbatasan tersebut, teknik menanam hidroponik bisa menjadi alternatif bagi masyarakat.

PELATIHAN – Sejumlah warga menyimak dengan serius pemaparan materi saat workshop hidroponik yang diselenggarakan mahasiswa KKN Upgris di Balaidesa Sumberahayu, baru-baru ini. AKHMAD TAUFIK

Metode itulah yang ingin ditularkan mahasiswa KKN Upgris saat mkenyelenggarakan workshop hidroponik di Balaidesa Sumberahayu, Kecamatan Limbangan, Sabtu (9/2) lalu. Pelatihan ini diikuti oleh 70 peserta yang berasal dari mahasiswa KKN, perangkat desa, masyarakat Sumberahayu dan beberapa dari daerah lain, seperti Pagertoyo, Jawisari, dan sekitarnya.

Ketua Panitia Kegiatan, Cahya Mandala Putra menyampaikan, pelatihan itu untuk memberikan pengetahuan dan wawasan tentang hidroponik bagi masyarakat Desa Sumberahayu yang notabene bermatapencaharian sebagai petani.

“Kami berusaha mengedukasi kepada semua peserta, bahwa bercocok tanam tidak hanya di ladang saja. Ada teknologi pertanian baru yang dapat diterapkan bagi masyarakat yang tidak mempunyai lahan maupun yang mempunyai lahan, yaitu dengan sistem hidroponik,” katanya.

Sementara itu, Kepala Desa Sumberahayu, Muh Asrori berharap, pelatihan tersebut dapat membantu masyarakat untuk mengembangkan potensi lingkungan di desa Sumberahayu yang cukup efektif untuk pengembangan tanaman hidroponik.

“Saya berterima kasih kepada mahasiswa KKN UPGRIS, dengan adanya pelatihan ini masyarakat mendapatkan ilmu baru mengenai teknologi baru. Harapan saya, masyarakat dapat termotivasi untuk menerapkan teknologi pertanian hidroponik ini untuk menunjang perekonomian mereka,” harapnya.

Workshop dikemas dalam 2 sesi. Sesi pertama pemaparan materi dan selanjutnya demonstrasi terkait teknis persiapan konstruksi media tanam hidroponik.

Dalam sesi pemaparan yang di sampaikan oleh Muhammad Nashir Maulana SPd, pengusaha muda tanaman hidroponik membedah sisi bisnis dan strategi pemasaran produk hidroponik. Selanjutnya membedah pemahaman pertanian organik, teknis hidroponik, kendala, tips and trik bercocok tanam dengan hidroponik.

Nashir menyampaikan materi berdasarkan pengalamannya selama bergelut dalam pertanian hiroponik. Adapun sesi kedua terkait dengan demonstrasi teknis pembuatan perlengkapan hidroponik yang dipandu langsung oleh mahasiswa KKN UPGRIS 2019 yang dibagi dalam 2 kelompok, yakni persemaian, dan nutrisi tanaman. (fik)

Facebook Comments