Radar Kajen

Kobuira Perluas Misi Nguri-Uri Budaya Jawa

KAJEN – Komunitas Budaya Wiradesa (Kobuira) kembali memperluas misi nguri-nguri budaya Jawa. Kali ini pihaknya menggelar latihan musik tradisional gamelan di Pendopo Kajen, Jumat (09/02).

Kobuira Perluas Misi Nguri-Uri Budaya Jawa
LATIHAN – Suasana latihan gamelan Komunitas Budaya Wiradesa di Pendopo Kajen. EKA ISDITYA

Dalam kegiatan tersebut, anggota Komunitas Budaya Wiradesa (Kobuira) mendapat bimbingan langsung dari Ketua Dewan Kesenian Daerah (DKD) Kabupaten Pekalongan, Joko Heru. Tak hanya itu, turut hadir pula Tokoh Budayawan Pekalongan, Ribut Achwandi dan juga Penulis Buku Bahurekso, Agus Sulistiyo.

Latihan alat musik gamelan menjadi salah satu kegiatan dari 5 komite seni yang dirancang oleh Komunitas Budaya Wiradesa (Kobuira). Demikian diungkap salah seorang anggota Kobuira, Mukhafidzin. “Kegiatan latihan musik tradisional gamelan ini harapannya bisa menjadi salah satu kegiatan rutin Kobuira yang menjadi salah satu dari 5 komite seni,” tuturnya.

Komite seni yang dimiliki Kobuira antara lain Kesenian, Sejarah tradisi lisan dan bahasa, Situs cagar budaya dan manuskrip, Olahraga tradisi dan permainan anak, Adat, ritus, pengetahuan dan teknologi tradisi.

Diceritakan, untuk merealisasikan beragam program dibutuhkan berbagai perlengakapan serta dukungan dari berbagai pihak. Kendati belum memiliki alat musik gamelan, pihaknya tetap antusias untuk berlatih sekaligus nguri-nguri alat musik tradisional Jawa ini.

“Kebetulan kami memang belum punya alat musik gamelan, jadi akhirnya kami minta dukungan dari Pemkab (Pemerintah Kabupaten Pekalongan) dan alhamdulillah difasilitasi untuk latihan di Kajen,” ujar dia.

Antusiasme anggota Komunitas Budaya Wiradesa untuk melestarikan alat musik tradisional gamelan tersebut juga disambut positif oleh Dewan Kesenian Daerah (DKD). Pasalnya peran masyarakat khususnya para pemuda menjadi sangat penting untuk mengajak generasi milenial untuk tetap mengenal budayanya sendiri.

Selain latihan musik tradisional gamelan, pihaknya juga rutin menggelar pertemuan bulanan untuk membahas topik-topik budaya khususnya di lingkup Kabupaten Pekalongan. (yak)

Facebook Comments