Metro Pekalongan

Sejumlah Titik Jalan Berlubang Mulai Ditambal

KOTA – Jalan berlubang di sejumlah ruas di Kota Pekalongan mulai ditambal dan dilakukan perbaikan. Perbaikan ini dilakukan untuk menghindari kecelakaan, akibat jalan berlubang dampak dari banjir maupun karena guyuran hujan terus menerus.

1 - Sejumlah Titik Jalan Berlubang Mulai Ditambal
DITAMBAL – Beberapa ruas jalan dalam kota di Kota Pekalongan yang berlubang mulai ditambal oleh Bina Marga DPUPR Kota Pekalongan, salah satunya di ruas Jalan A Yani. WAHYU HIDAYAT

Perbaikan ini dilakukan Bidang Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Pekalongan. Selain memang sudah masuk dalam rencana pemeliharaan, penambalan ini juga dilakukan setelah Satuan Lalu Lintas Polres Pekalongan Kota mengajukan permohonan agar sejumlah jalan yang berlubang di Kota Pekalongan ditambal. Diharapkan penambalan ataupun perbaikan ini bisa mengurangi risiko kecelakaan akibat jalan berlubang dan rusak

“Kita memang sempat mengirimkan surat permohonan ke Bina Marga DPUPR Kota Pekalongan untuk segera menambal jalan yang berlubang, meskipun mungkin sifatnya sementara. Kalau tidak segera ditambal, dikhawatirkan rawan menyebabkan kecelakaan lalu lintas,” ungkap Kasatlantas Polres Pekalongan Kota AKP Firdaus Yudhatama, melalui Kanit Dikyasa Ipda Budi Winarso, kemarin.

Terpantau, penambalan dilakukan di sejumlah titik. Diantaranya di Jalan Ahmad Yani dan Jalan Tondano. “Harapannya dengan adanya penambalan ini dapat mengurangi risiko terjadinya laka lantas akibat jalan berlubang. Semoga, perbaikan dan penambalan juga dilakukan pada sejumlah ruas jalan lainnya yang mengalami kerusakan maupun sudah berlubang,” imbuhnya.

Kasi Jalan pada Bidang Bina Marga DPUPR Kota Pekalongan Abdul Rozak, menjelaskan bahwa DPUPR hampir tiap hari melakukan pemeliharaan rutin jalan se-Kota Pekalongan. “Pemeliharaan jalan, termasuk diantaranya penambalan jalan berlubang sudah kita lakukan sejak awal Januari dan akan dilakukan terus sampai akhir tahun,” jelasnya.

Sebelumnya, DPUPR mendata sedikitnya terdapat 26 ruas jalan di Kota Peklongan dan menjadi kewenangan Pemkot Pekalongan yang mengalami kerusakan akibat banjir dengan kondisi kerusakan antara 30 hingga 100 persen. Dari kerusakan tersebut, estimasi kerugian mencapai angka Rp9 miliar.

Kabid Bina Marga pada DPUPR Kota Pekalongan, Bambang Sugiharto mengungkapkan dari pendataan di lapangan beberapa kerusakan akibat banjir terjadi di di Jalan Darkat Pabean, Jalan Bukhori Pabean, Jalan Pramuka Pabean, Jalan Samanhudi Pasirsari, Jalan Angkatan 66, Jalan Kramatsari Gang I-III, Jalan Selat Karimata, Jalan Samudra serta Jalan Samudra Pasai.

“Sebagian kerusakan di ruas jalan tersebut memang diakibatkan banjir yang merendam. Misalnya di wilayah Pabean, Pasirsari, Bandengan, Kramatsari yang jika konstruksinya bukan beton maka akan rusak. Kemudian Jalan Angkatan 66 yang hampir setiap hujan lebat selalu tergenang. Kemudian Jalan Kramatsari Gang 1 hingga gang 3 yang memang perlu penanganan, Jalan Selat Karimata yang memang sering banjir kemudian Jalan Samuda Pasai yang selain karena banjir juga karena menjadi akses kendaraan pengangkut material pembangunan tanggul,” tuturnya.

Terhadap kondisi tersebut, dikatakan Bambang pihaknya akan melakukan penanganan berdasarkan skala prioritas. Ada beberapa ruas jalan yang memang sudah dialokasikan untuk diperbaiki tahun ini seperti Jalan Pramuka dan Jalan Samanhudi. Sedangkan untuk ruas jalan lain, pihaknya akan mulai mengupayakan perbaikan ruas jalan rusak dengan penambalan jalan.

“Kita menentukan perbaikan berdasarkan skala prioritas. Menentukan yang paling urgent diantara urgent tadi. Yang sudah dianggarkan tahun 2019 di Jalan Pramuka dan Samanhudi. Untuk Jalan Pramuka dianggarkan sebesar Rp1,5 Miliar, sedangkan Jalan Samanhudi Rp750 juta yang teralokasikan tahun ini. Ruas jalan lain secara bertahap akan kita tangani. Estimasi kerusakan jalan akibat banjir 9 M kerugiannya, rekonstruksinya pasti akan jauh lebih besar,” terang Bambang. (way)

Facebook Comments