Radar Pendidikan

Himpaudi Batang Ikut Suarakan Keseteraan Guru PAUD

JAKARTA – Himpaudi Batang mewakili Himpaudi Jateng ikut berpatisipasi menyuarakan kesetaraan Guru PAUD ke Mahkamah Konstitusi (MK), Senin (11/2). Ada ribuan guru paud yang mengikuti aksi yang digelar di halaman depan gedung MK itu.

Himpaudi Batang Ikut Suarakan Keseteraan Guru PAUD
PARTISIPASI – Himpaudi Batang mewakili Himpaudi Jateng saat ikut berpartisipasi menyuarakan kesetaraan ke Mahkamah Konstitusi, Senin (11/2). NOVIA ROCHMAWATI

Hal itu dilakukan untuk ikut mendorong MK dalam merubah UU Sisdiknas atas keberadaan status Guru Pendidikan Anak Usia Dini atau PAUD agar disamakan dengan Guru Usia Dini Formal lainnya, seperti TK dan Kelompok Bermain.

“Hari ini MK kembali menggelar Sidang Permohonan Judicial Review UU Sisdiknas. Saya mewakili Himpaudi Batang dan Himpaudi Jateng ingin menyuarakan suara guru PAUD yang ada di Jawa Tengah. Kami ingin agar nasib kami bisa disetarakan juga dengan nasib guru-guru PAUD formal lainnya,” terang Ketua Himpaudi Batang, Etika Umi Romlah, saat diwawancarai setelah kegiatan, kemarin.

Menurutnya, guru PAUD yang tersebar di seluruh Indonesia merasa status mereka selalu didiskriminasi. Sebagaimana yang tertuang di dalam Undang-Undang Guru dan Dosen, bahwa guru PAUD non-formal bukan merupakan tenaga profesi guru.

Ketua Pusat Himpaudi, Netty Herawaty membenarkan hal tersebut. Menurutnya, aturan perundangan itu membuat pemerintah tidak bisa memberikan tunjangan guru bagi para guru PAUD non-formal.
Padahal, saat ini peran guru Paud tidak dapat dipisahkan dari pembentukan karakter generasi emas ke depan.

“Kami berharap UU ini segera direview ulang. Dan bisa memberikan poin yang mendukung eksitensi dan kesetaraan kami sebagai guru PAUD. Bagaimanapun guru PAUD juga sudah mendedikasikan dirinya untuk mendidik calon generasi penerus bangsa,” tandasnya. (nov)

Facebook Comments