Radar Tegal

Semua Tempat Karaoke di Daerah Ini Terancam Tutup

TEGAL – Sebanyak 13 tempat karaoke di Kota Tegal terancam tutup. Sebab, Pemerintah Kota (Pemkot) Tegal tidak akan memperpanjang perizinan tempat hiburan karaoke yang telah habis masa waktunya. Hal ini sesuai dengan Peraturan Daerah (Perda) Kota Tegal Nomor 5 Tahun 2017 tentang Penyelenggaraan Usaha Pariwisata.

Semua Tempat Karaoke di daerah Ini Terancam Tutup
RAPAT – Nur Fitriani menyampaikan padangan saat rapat dengan dinas di Gedung DPRD Kota Tegal, Senin (11/2). K. ANAM SYAHMADANI/RATEG

Sementara, hingag Februari 2019, enam tempat hiburan karaoke yang beroperasi di Kota Tegal sudah habis perizinannya. Habisnya perizinan enam karaoke tersebut diketahui berdasarkan data yang dimiliki Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Tegal yang bersumber dari Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Tegal.

Enam karaoke yang habis perizinannya yakni berada di Jalan Slamet Riyadi, Jalan S Parman, Jalan Yos Sudarso, Jalan Kolonel Sugiono, dan dua karaoke di Jalan Veteran. Sementara satu karaoke di Jalan Mayjend Sutoyo habis perizinannya per 15 Februari mendatang. Sedangkan tujuh karaoke lainnya, baru habis Maret, Juni, dan Oktober nanti. (Lihat grafis)

Sekretaris Komisi II DPRD Kota Tegal Nur Fitriani meminta Pemkot Tegal dapat memegang komitmen tidak memperpanjang perizinan karaoke, sesuai Perda yang telah diterbitkan. Apabila ada karaoke yang sudah habis perizinannya tapi tetap beroperasi, Fitriani mendorong Pemkot mengambil tindakan tegas. Jika tidak, lanjut dia, nantinya dapat menimbulkan kecurigaan di mata masyarakat.

”Saya juga bisa berasumsi ada yang bermain mata,” ujar Fitriani di Gedung DPRD Kota Tegal, Jalan Pemuda, Senin (11/2).

Selanjutnya, Komisi II terus memantau dan mengagendakan memanggil DPMPTSP serta Satuan Polisi Pamong Praja (satpol PP) untuk membahas persoalan tersebut. Komisi II akan berkoordinasi dengan Komisi I karena satpol PP merupakan mitra kerja Komisi I.

”Kami berencana memanggil DPMPTSP dan satpol PP, serta berkoordinasi dengan Komisi I untuk mengadakan rapat kerja bersama. Dari hasil rapat tersebut, surat rekomendasi disampaikan ke Pimpinan DPRD untuk mengadakan rapat dengar pendapat,” jelas Fitriani.

Sebelumnya, pada 2018 silam, Wali Kota Tegal Nursholeh dalam Rapat Paripurna DPRD mengatakan bahwa mengenai tempat hiburan karaoke, sesuai Perda Kota Tegal Nomor 5 Tahun 2017 tentang Penyelenggaraan Usaha Pariwisata, tidak akan dilakukan perpanjangan izin lagi.

Pemkot memberikan waktu 2×24 jam kepada manajemen untuk menutup usahanya itu. Jika tidak, kata dia, pihaknya dan Forkompinda yang akan menutupnya.Komitmen Nursholeh untuk tidak memperpanjang izin karaoke yang telah habis masa waktunya dan menutup karaoke yang tidak berizin mendapat sambutan dari para peserta Rapat Paripurna. (nam)

Facebook Comments