Radar Kendal

Terkena Virus Air Kencing Tikus, Pemuda Ini Meninggal Dunia

*Awal Diduga Gejala Demam Berdarah

Gilang Ramadani (21) warga Kelurahan Kalibuntu Wetan, RT2/RW1, Kecamatan Kendal Kota, meninggal dunia karena sakit akibat terkena virus yang bersumber dari air kencing tikus. Awalnya diduga terjangkit demam berdarah. NUR KHOLID MS

KENDAL – Gilang Ramadani (21) warga Kelurahan Kalibuntu Wetan, RT2/RW1, Kecamatan Kendal Kota, meninggal dunia karena sakit akibat terkena virus yang bersumber dari air kencing atau kotoran tikus. Gilang meninggal dunia saat menjalani perawatan di rumah sakit Tugurejo Semarang.

Sebelumnya Gilang sempat didiagnosis terjangkit gejala demam berdarah (DB). Oleh keluarganya anak pertama dari dua bersaudara tersebut di makamkan di tempat pemakaman umum (TPU) kelurahan setempat, Selasa (12/2) dengan diiringi oleh  kerabat dan warga sekitar.

Informasi yang dihimpun, Gilang terserang virus yang bersumber dari air kencing atau kotoran hewan tikus itu saat terjadi banjir akibat luapan Kali Kendal melanda  permukiman warga di beberapa wilayah di Kecamatan Kendal Kota, tak terkecuali di Kelurahan Kalibuntu Wetan.

Air banjir luapan Kali Kendal tersebut menggenangi rumahnya. Ketika banjir itu terjadi anak pertama dari pasangan Abdul Ghani dan Mahmudah itu membersihkan kotoran dan lumpur yang terbawa luapan air Kali Kendal.

“Sehari paska melakukan bersih-bersih itu, Gilang mengalami gangguan kesehatan. Tak hanya panas kondisi tubuhnya juga menggigil,”kata Abdul Ghani, ayah almarhum Gilang Ramadan.

Kemudian oleh keluarganya di bawa ke Balai Kesehatan Masyarakat (Balkesmas) Kaliwungu. Hasil pemeriksaan di Balkesmas Gilang positif menderita demam berdarah. Gilang menjalani perawatan selama tiga hari di Balkesmas.Tak kunjung sembuh, kemudian di rujuk ke rumah sakit Tugurejo Semarang.

Diungkapkanya anaknya menjalani perawatan di rumah sakit Tugurejo selama tiga hari. Yakni berada di ruang ICU. Hasil laboratorium di rumah sakit Tugurejo, anaknya juga mengalami penyakit Leptospirosis atau infeksi virus Leptospira pada air kencing tikus.

“Pada hari kelima terhitung sejak awal menderita sakit kondisi anaknya mengalami drop. Kemudian pada hari ke enamnya anaknya meninggal dunia,” ungkap Abdul Ghani.

Sementara itu, Kabid Pemberantasan dan Penanggulangan Penyakit Dinas Kesehatan Kabupaten Kendal, Muntoha, membenarkan ada warga Kabupaten Kendal yang menderita sakit di rawat di rumah sakit Tugurejo. Yakni atas nama Gilang Ramadani warga Kelurahan Kalibuntu Wetan.

Sebelumnya Gilang sempat menjalani perawatan di Balkemas Kaliwungu. Gilang menjalani perawatan di rumah sakit Tugurejo tersebut sebagai pasien rujukan. Berdasarakan laporan hasil lab dari rumah sakit Tugurejo Gilang didiagnosis terjangkit Leptospirosis.

“Atas sakit yang dideritanya itu, trombositnya (sel darah merah) mengalami kekurangan. Dugaan awal saat dirawat di Balkesmas demam berdarah. Karena itu, kami terjukan tim untuk melakukan Penyelidikan Epidemiologi  (PE) di sekitar rumah korban yang diduga terjangkit demam berdarah.  juga akan melakukan sosialisasi dan PSN di desa tersebut,” katanya. (nur)

Facebook Comments