Radar Kendal

Fogging Dinilai Tak Efektif Tekan DB, Gerakan PSN Digencarkan

KENDAL – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kendal melakukan pencanangan gerakan pemberantasan sarang nyamuk (PSN) demam berdarah, Jumat (8/2), di Desa Rejosari, Kecamatan Brangsong. Hal itu dilakukan untuk memutus mata rantai atau mencegah meluasnya populasi jentik nyamuk aedes aegypti yang menyebabkan demam berdarah (DB).

GERAKAN – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kendal melakukan pencanangan gerakan pemberantasan sarang nyamuk (PSN) demam berdarah, Jumat (8/2) di Desa Rejosari, Kecamatan Brangsong. NUR KHOLID MS

Mewakili Bupati, Asisten Administrasi Umum Sekda Kendal, Sutiyono mengajak masyarakat untuk berperan serta mencegah penyebaran nyamuk Aedes aegypti penyebab penyakit demam berdarah dengue (DBD). Pemkab Kendal menrutnya berkomitmen senantiasa memperhatikan kondisi kesehatan masyarakat, utamanya terkait merebaknya penyakit yang berpotensi menular atau menyebar di masyarakat dan menjadi wabah. “Tahun ni di bulan Januari, ada 13 orang positif terkena DBD dan dirawat di rumah sakit serta Puskesmas. Gerakan PSN ini untuk memutus rantai kehidupan nyamuk yang bisa menularkan demam berdarah tersebut,” katanya.

Sementara Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Kendal, dr Budi Mulyono mengatakan, pemberantasan nyamuk DBD yang terbaik dengan melakukan gerakan PSN di setiap rumah warga. Kendati banyak masyarakat menghendaki fogging atau pengasapan, namun hal tersebut disebutnya tidak efektif. Sebab di samping ada kandungan bahan kimia, aktivitas tersebut juga mendapat resistensi dari nyamuk. “Pencegahan PSN ini paling manjur. Gerakan ini sudah kita mulai minggu kemarin, dan sudah dilakukan serentak di Puskesmas di Kabupaten Kendal,” katanya.

Budi menambahkan, antisipasi pencegahan dan pemberantasan akan terus dilakukan dengan gerakan PSN tersebut. Karena nyamuk akan bertelur biasanya di tempat-tempat yang bersih misalnya pot air, botol aqua, dan vas bunga. “Yang kita lakukan di PSN ini, pengecekan bak kamar mandi siswa SD, bak mandi dan ember milik warga serta penimbunan barang bekas yang bisa menjadi tempat bersarang nyamuk DBD,” pungkasnya. (nur)

Facebook Comments