Dirazia, Ditemukan Timbangan Curang Milik Pedagang

by
Dirazia, Ditemukan Timbangan Curang Milik Pedagang
CEK- Tim gabungan Pemkab Brebes mengecek timbangan bawang merah di lapak yang ada di pasar induk Brebes. EKO FIDIYANTO/ RADAR BREBES

Tim gabungan Pemkab Brebes melakukan operasi timbangan sejumlah pedagang di pasar induk Brebes di sela kegiatan monitoring harga bawang merah, Sabtu (2/2). Hasilnya, dari pemeriksaan timbangan milik pedagang dan pantauan harga bawang merah di pasar itu, terdapat salah satu pedagang yang diindikasikan bermain curang.

Dirazia, Ditemukan Timbangan Curang Milik Pedagang
CEK- Tim gabungan Pemkab Brebes mengecek timbangan bawang merah di lapak yang ada di pasar induk Brebes. EKO FIDIYANTO/ RADAR BREBES

Tim gabungan terdiri dari dinas terkait yang meliputi Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) serta Dinas Koperasi UMKM dan Perdagangan (Dinkopumdag) Kabupaten Brebes. Tim yang berjumlah 27 orang ini menyasar pasar induk Brebes untuk memantau harga bawang merah. Tim gabungan ini langsung bergerak ke pasar induk Brebes sekitar pukul 05.20 pagi. Mereka langsung memeriksa timbangan sejumlah pedagang.

Dari pemeriksaan timbangan milik pedagang dan pantauan harga bawang merah di pasar itu, terdapat salah satu pedagang yang diindikasikan bermain curang. Dari temuan itu, tim mengimbau para pedagang bawang merah agar bersikap jujur, tidak mengurangi takaran timbangan dan tidak bermain curang didalam berdagang.

Kepala Bidang Perdagangan Dinkopumdag Brebes, Maryono menduga salah satu pedagang telah bermain curang dengan mengurangi timbangan. Bahkan timbangan juga sudah kadaluarsa karena terakhir ditera pada 2014. “Pengecekannya itu sudah kadaluwarsa, sehingga harus ditera kembali. Di sini ditemukan adanya beberapa pembeli yang membeli langsung ke petani dengan melakukan pengurangan nilai timbangan berkisar antara 10-12 kilogram per kwintalnya. Kecurangan itu sudah dilakukan sejak lama sampai sekarang,” kata Maryono.

Menurut Maryono dari pengakuan para pembeli di tingkat petani ini berdalih bahwa bawang merah yang dijual oleh petani kurang bersih dan masih banyak tanah serta daun bawangnya. Namun, para petani menginginkan agar pengurangan dilakukan hanya sekitar 4-5 kilogram per per kwintalnya.

Dari operasi oleh tim gabungan yang menggandeng Polres Brebes itu, tim langsung melakukan sosialisasi terhadap para pedagang bawang merah agar menggunakan timbangan yang baik dan rutin melakukan pengecekan tera.

Sementara Kapolres Brebes AKBP Aris Supriyono melalui Kasat Intelkam Polres Brebes AKP Sartono mengungkapkan, tim gabungan rencananya akan rutin menggelar operasi atau pengecekan timbangan para pedagang. Pedagang juga diimbau tidak mencampur atau mengoplos kualitas bawang yang bagus dengan yang kurang bagus. “Bagian metrologi Dinkopumdag akan secara rutin melakukan tera terhadap timbangan milik para pedagang bawang. Agar tidak terjadi kecurangan,” tambahnya.

Kepala Bidang Sarana dan Prasarana DPKP Brebes, Furqon merinci, harga bawang merah di pasar induk Brebes pada Sabtu (2/2) adalah, untuk bawang merah super cros Rp 12.000 per kg, bawang merah super Rp 10.000 per kg, bawang merah sedang Rp 7.500-8.000 per kg, serta bawang merah ukuran kecil Rp 3.000- 4.000 per kg. “Hasil monitoring harga bawang merah di pasar ini masih rendah kisaran harga antara Rp 7.000- 12.000 per kg. Kami berharap Bulog dan para pengusaha bawang merah dapat segera menyerap bawang merah milik para petani untuk menstabilkan harga bawang yang saat ini sedang turun,” tandasnya. (fid/ism)