Siswa Kelas VII “Disandera” dan Dianiaya 6 Kakak Kelasnya

by
Siswa kelas VII (baju merah) dianiaya kakak kelasnya di mushola sekolahnya. (dok istimewa)

KAJEN – Seorang siswa kelas VII SMP swasta di Kecamatan Kedungwuni, AM warga Panjomblangan, Kedungwuni, Kabupaten Pekalongan dikabarkan sempat “disandera” dan dianiaya oleh enam anak kakak kelas. Ironisnya, penganiayaan dilakukan di mushola sekolahan hingga 3 jam.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, kejadian penganiayaan sendiri terjadi pada 16 Januari 2019 lalu. Hal itu awalnya terjadi akibat kakak kelas korban tidak terima atas status AM di media sosial Facebook.

Selanjutnya korban yang saat itu tengah berada di Ponpes yang ada di Pajomblangan dijemput oleh para pelaku. Korban kemudian dimasukan ke mushola SMP swasta tersebut sekitar pukul 14.00 wib. Di tempat itulah, korban dianiaya secara bergantian oleh para pelaku, mulai dari ditempeleng, dipukuli hingga ditendang. Barulah sekitar pukul 17.00 wib korban dilepaskan, namun diancam tidak boleh lapor orang tuanya.

“Anak saya awalnya takut cerita, karena diancam oleh para pelaku. Namun setelah kami desak dan ternyata ada videonya, barulah dia mengaku,” ungkap orang tua korban, Kasirun warga Desa Panjoblangan, Kecamatan Kedungwuni.

Korban sendiri oleh pihak keluarga sudah dibawa ke dokter guna menjalani pemeriksaan. “Menurut dokter, anak saya mengalami luka dalam akibat penganiayaan itu. Hal itu tentunya membuat kami merasa sakit hati. Masih anak-anak kok sampai tega melakukan penganiayaan tersebut,” jelas Kasirun.

Atas kejadian tersebut, pihak keluarga Jumat (1/2) ini dengan didampingi Laskar Merah Putih Kabupaten Pekalongan akan membuat laporan ke polisi. Hal itu dilakukan untuk memberi efek jera kepada para pelaku. (red)