Features

Kakek 75 Tahun Ini Nikahi Gadis 18 Tahun, Maharnya Kebun Cengkeh


Pernikahan beda usia di Sinjai. (detik)

PERKAWINAN beda usia puluhan tahun terjadi di Sinjai, Sulawesi Selatan (Sulsel). Seorang kakek berusia 75 tahun menikahi gadis berusia 18 tahun. Pernikahan keduanya tidak terdaftar di KUA setempat.

Berdasarkan informasi yang didapatkan dari Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Sinjai, pernikahan ini terjadi di Dusun Coddong, Desa Bontokatute, Kabupaten Sidrap.

“Iya betul ada peristiwa pernikahan ini,” kata staf Humas Kemenag Kabupaten Sinjai, Fatma, seperti diberitakan detikcom, Kamis (31/1).

Pernikahan keduanya disebut terjadi pada Rabu (30/1) kemarin. Mempelai pria diketahui berasal dari wilayah Gantarang, Sinjai Tengah, sedangkan si perempuan berasal dari Desa Bontokatute.

Menurut Fatma, pernikahan keduanya tidak tercatat di kantor urusan agama (KUA) setempat sehingga dianggap tidak sah oleh negara.

“Sah menurut agama kalau ada saksi. Tapi tidak diakui negara karena nikah di bawah tangan dan tidak memiliki buku nikah,” terangnya.

Menariknya, foto pernikahan keduanya yang juga beredar di media sosial menyorot wajah si perempuan. Dalam pesta pernikahan menggunakan adat Bugis itu, terlihat perempuan dengan ekspresi cemberut saat berfoto dengan tamu yang datang.

Hal ini berbeda dengan tampang kakek berusia 75 tahun yang berada di sebelahnya, yang tampak tersenyum di depan kamera.

Sang kakek sendiri melamar gadis ini dengan mahar Rp 25 juta dan sebuah kebun cengkeh.

Pernikahan ini terjadi di Dusun Coddong, Desa Bontokatute, Kabupaten Sidrap. Pasangan ini diketahui bernama Daeng Saing dan perempuan bernama Tika.

“Saya baru saya tahu mau menikah waktu datang pria melamar. Dia kasih naik (mahar) uang Rp 25 juta dan sebuah kebun cengkeh,” kata keluarga perempuan, Asih seoerti diberitakan detikcom, Kamis (31/1).

Asih mengatakan Saing tidak lain adalah tetangga rumah dari Tika. Tika tinggal bersama tantenya di Desa Bontokatute sejak masih kecil. Sementara ibunya, berada di Sulawesi Tenggara (Sultra).

“Saya sudah tanya ke tantenya apakah sudah tahu mau lamar. Kata tante nya dia bilang sudah tahu. Yah mungkin dijodohkan karena saya tidak bicara langsung sama Tika,” ungkapnya.

Dia mengatakan selama proses pernikahan Rabu (30/1) kemarin, Tika lebih banyak diam. Meski begitu, perempuan yang tidak tamat sekolah menengah ini tetap menyalami satu per satu tamu yang hadir.

“Dia tetap menikah dan tenang tenang saja di atas. Tidak juga menangis,” ungkapnya. (detik)

Facebook Comments