Banjir, Try Out UN Diundur

by
PANTAU SEKOLAH – Kepala SMPN 9 Batang, Casyanto, menjelaskan dampak kerusakan sarpras sekolah akibat banjir kepada Bupati Wihaji yang melakukan pemantauan, kemarin. NOVIA ROCHMAWATI

BATANG – Banjir akibat tingginya curah hujan yang terjadi di Kecamatan Batang, Sabtu dan Minggu (26-27/1), tak hanya menyasar jalan dan pemukiman. Bangunan sekolah pun tak luput terkenda dampaknya, salah satunya SMPN 9 Batang yang berlokasi di Kelurahan Karangasem Utara, salah satu titik terparah luapan air.

Akibatnya, sejumlah fasilitas sekolah pun rusak, terutama ribuan buku yang tersimpan di Perpustakaan. Bahkan, sekolah terpaksa menunda jadwal Try Out lantaran kondisi sekolah yang masih tergenang air banjir dan kotor.

“Hari ini seharusnya kami melaksanakan try out UN untuk kelas 9. Karena kami belum UNBK mandiri, sehingga untuk try out kami masih menggunakan ujian tertulis. Namun lembar soal dan berkas lainnya juga terendam banjir. Bisa dilihat, hampir seluruh sekolah tergenang air. Awalnya ingin kami bersihkan sejak Minggu, tapi ternyata akses di depan sekolah juga masih banjir, sehingga baru bisa dibersihkan hari ini (kemarin -red),” terang Kepala SMPN 9 Batang, Drs Casyanto, Senin (28/1).

Dijelaskan, banjir di sekolahnya waktu itu setinggi kurang lebih 50 sentimeter, membuat beberapa berkas penting untuk evaluasi guru juga basah terendam air. Pompa air dan beberapa fasilitas juga rusak. Sebagian lantai pun ada yang ambles karena tanahnya turun. Pihaknya juga sudah melaporkan kejadian itu ke Disdikbud dan sudah diizinkan menunda Try Out, sambil menunggu kepastian jadwal pengganti. Casyanto berharap, Disdikbud memberikan solusi dan bantuan atas kejadian banjir tersebut.

“KBM untuk hari ini kami juga sudah minta izin untuk menonaktifkan. Kami fokus untuk membersihkan lingkungan sekolah terlebih dahulu. Untuk ke depannya, kami berharap mungkin nanti ada solusi dari Disdikbud,” harap Casyanto.

Bupati Batang, Wihaji, pun langsung mengunjungi SMPN 9 Batang untuk melihat langsung kerugian yang ditimbulkan dari musibah banjir. Pihaknya akan segera menindaklanjuti pelayanan publik seperti sekolah-sekolah yang terdampak banjir.

“Kita sudah cek langsung ke sekolah-sekolah tidak bisa untuk peoses belajar mengajar, ruang kelasnya penuh dengan lumpur, Perpustakaanya bukunya hancur, padahal baru beli, serta dokumen dan soal-soal rusak.
Untuk mempertangungjawabkan itu semua, harus ada koordinasi dengan dinas pendidikan agar dicarikan solusi, karena banyak aset-aset yang tidak bisa dipakai sama sekali,” jelasnya.

Sementara Kepala Disdikbud Batang, Achmad Taufiq menjelaskan, ada belasan sekolah, seperti SMK SUPM, SMPN 1 Kandeman, SMPN 2 Batang, dan beberapa SD di Desa dan Kelurahan yang terdampak banjir.Tapi yang terparah di SMPN 9 Batang dan SDN Klidang Lor 1.

“Kami sudah menghimbau kepada pihak sekolahan kalau bantuan air bersih untuk membersihan sekolah segera lapor, nanti akan kita kirim mobil damkar agar bisa cepat selesai,” tandas Taufiq. (nov)