Radar Jateng

Jembatan Putus, 3.055 KK Terisolasi

*Diterjang Banjir Sungai Keruh

SIRMPOG – Jembatan Sungai Keruh putus akibat terjangan arus sungai, Senin (21/1), sekitar pukul 17.00 WIB. Akibatnya, sebanyak 3.055 Kepala Keluarga (KK) yang tinggal di Desa Plompong, terisolasi. Sebab, jembatan tersebut merupakan satu-satunya akses menuju pusat pemerintahan Kecamatan Sirampog maupun menuju desa-desa lain di Kecamatan Sirampog.

Jembatan Putus, 3.055 KK Terisolasi
PUTUS – Jembatan di Sungai Keruh sebagai satu-satunya akses penyeberangn bagi sebanyak ribuan Kepala Keluarga (KK) di Desa Plompong Putus. TEGUH SUPRIYANTO/RADAR BREBES

Koordinator Satgas PB BPBD Brebes Rudi Setiawan menyampakan, jembatan yang memiliki panjang sekitar 90 meter dengan lebar 2,5 meter tersebut putus setelah bagian abutment jembatan bagian selatan dihantam terjangan banjir sungai keruh.

”Badan jembatan dengan konstruksi plat baja roboh sepanjang lebih kurang 30 meter ke dasar sungai. Jalur transportasi, baik kendaraan roda empat maupun roda dua tidak dapat melalui jembatan tersebut, begitu juga dengan pejalan kaki tidak bisa lewat,” kata Rudi.

Dia mengatakan, banjir besar aliran Sungai Keruh dipicu tingginya intensitas hujan yang terjadi di wilayah Kecamatan Sirampog dan sekitarnya. Kondisi tersebut menyebabkan terjadinya peningkatan debit air sungai hingga menggerus salah satu sisi jembatan. ”Arus sungai sangat kuat. Mengikis sisi selatan jembatan hingga akhirnya badan jembatan roboh,” imbuhnya.

Kades Plompong Fathoni menyampaikan, putusnya jembatan tersebut menghambat aktivitas sedikit 3.055 KK yang tinggal di Desa Plompong. Dimana setiap harinya mengandalkan jembatan tersebut untuk beraktivitas. ”Sejak memasuki musim hujan, arus sungai kerap mengalami peningkatan debit air. Di sisi lain, kondisi pilar jembatan sudah mengkhawatirkan sejak lama,” jelasnya.

Menurut dia, sebelumnya pemerintah desa telah menyampaikan laporan mengenai kondisi salah satu pilar jambatan yang dalam keadaan kritis. Hanya saja, penanganan belum sempat dilakukan. Akibatnya, Sungai Keruh telah lebih dahulu banjir hingga mengakibatkan putusnya jembatan tersebut.

”Sungai Keruh sendiri memiliki karakterisik sangat kuat jika sedang banjir. Selain terjangan air, arus sungai juga membawa material seperti batu-batu besar. Sehingga jika sedang banjir, air dengan mudah menghanyutkan lahan pertanian maupun bangunan jembatan,” ungkapnya.

Pemerintah sedianya sempat melakukan pembangunan jembatan baru di sisi jembatan lama yang ambruk. Namun, pelaksanaanya sendiri terhenti, menyusul tergerusnya tiang perancah sebagai penyangga rangka jembatan akibat banjir aliran sungai keruh, pada Januari 2018 lalu.

Saat itu, kata dia, tahap pembangunan jembatan tengah menyelesaikan 5 segmen atau sepanjang 30 meter dari total panjang jembatan 80 meter. ”Sementara ini, warga masih memanfaatkan jembatan lama yang kondisinya sudah mengkhawatirkan, bahkan cukup membahayakan saat dilintasi,” katanya.

Jembatan di Sungai Keruh atau yang lebih dikenal Jembatan Plompong, menurut dia, tidak saja dimanfaatkan oleh warga desanya. Namun menjadi akses utama bagi warga Desa Wanareja, Kecamatan Sirampog serta sebagian warga Desa Cilibur, Kecamatan Paguyangan yang berbatasan dengan Desa Plompong. ”Warga memanfaatkan jembatan ini untuk mempersingkat waktu tempuh, menuju pusat perekonomian di Bumiayu, baik pasar maupun sekolah,” terangnya.

Sebelumnya, warga sudah pernah merasakan dampak yang ditimbulkan saat jembatan ini putus pada 2011. Dimana warga sangat kesulitan untuk menuju luar wilayah. Untuk dapat mengakses keluar wilayah desa, warga terpaksa menggunakan jalur alternatif dengan konsekwensi bertambahnya jarak tempuh sekitar 8 kilometer, melalui Kecamatan Paguyangan dan Bumiayu.

”Jika sebelumnya untuk menuju kantor Kecamatan Sirampog dapat ditempuh dalam waktu 15 menit, tapi akibat putusnya jembatan terpaksa harus memutar dengan waktu perjalan 1 jam lebih lama. Ini sangat merepotkan selain waktu, biaya perjalanan juga semkin bertambah,” ujarnya.

Dia berharap, pemerintah dapat segera membantu dengan melakukan pembangunan jembatan darurat yang bisa di gunakan oleh warga masyarakat. (pri/fat)

Facebook Comments