Radar Batang

Diwaduli Warga Kalibeluk, Bupati Segera Surati BPTR

*Terkait Hilangnya Fasilitas Desa Akibat Tol

BATANG – Berfungsinya Tol Trans Jawa ternyata masih menyisakan sejumlah permasalahan yang hingga kini belum terselesaikan. Seperti yang dialami warga Desa Kalibeluk, Kecamatan Warungasem, Kabupaten Batang.

Diwaduli Warga Kalibeluk, Bupati Segera Surati BPTR
AUDIENSI – Bupati Wihaji membahas permasalahan warga Desa Kalibeluk yang terdampak tol saat audiensi di Ruang Abirawa Pemkab Batang, Senin (21/1) kemarin. M DHIA THUFAIL

Akibat pembangunan jalur bebas hambatan itu, warga Desa Kalibeluk kini kehilangan sejumlah fasilitas desa dan akses jalan desa. Sayangnya, saat dimintai pertanggungjawaban, pengelola tol justru cuci tangan dan hanya menyisakan janji manisnya.

“Banyak imbas dari pembangunan tol yang kini dikeluhkan oleh warga. Terutama masalah fungsi jalan desa, yang kini tidak lagi nyaman dan membahayakan bagi warga yang akan bepergian maupun ketika pulang. Warga harus memutar hingga 360 derajat, kondisinya jauh berbeda sebelum jalan tol dibangun,” ujar HM Sani, satu di antara perwakilan warga Desa Kalibeluk, usai menggelar audiensi dengan Bupati Batang, Senin (21/1), di Ruang Abirawa.

“Untuk menuju ke desa (Kalibeluk), kalau dari Batang, kita harus memutar hingga 360 derajat. Adapun kalau dari Warungsem untuk menuju ke desa, kita harus melewati Desa Sijono. Ini merugikan dan merepotkan kita selaku warga Desa Kalibeluk,” lanjutnya.

Sani mengatakan, warga sudah berulangkali menggelar pertemuan dengan Waskita maupun PBTR untuk meminta ganti rugi. Dari pertemuan itu, muncul sembilan item tuntutan warga yang disepakati untuk dilakukan perbaikan. Namun sampai saat ini belum juga direalisasikan.

“Tak kunjung ada realisasi. Padahal warga hanya meminta adanya pengembalian fungsi jalan desa yang kini harus memutar 360 derajat, kemudian saluran irigasi, pengaspalan jalan yang kini kondisinya rusak, penerangan jalan, pengembalian gapuro, dan sebagainya,” paparnya.

Ia menambahkan, di lokasi perempatan exit tol juga sering terjadi kecelakaan, bahkan pernah menimbulkan korban jiwa. Oleh karena itu, ujar Sani, warga Desa Kalibeluk meminta kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Batang untuk membuatkan jalan baru agar lebih aman dan memudahkan akses warga menuju maupun keluar dari Desa Kalibeluk.

“Persoalan akses jalan ini cukup penting bagi warga karena menyangkut masalah ekonomi. Maka kami mohon agar Pemkab segera membuatkan jalan baru bagi kami. Kami mengharap Bupati selaku kepala daerah dan penentu kebijakan dapat memecahkan masalah yang dirasakan oleh warganya ini,” katanya.

Bupati Batang, Wihaji, pada kesempatan tersebut mengatakan, dalam audensi dengan warga Desa Kalibeluk sudah ada titik temu. Sebagai solusi, Pemkab akan segera membangun jalan baru dengan menggunakan tanah bengkok desa.
“Solusi yang akan kami tempuh adalah segera membuat jalan baru yang menggunakan tanah bengkok desa. Dengan dibangunnya jalan baru yang lokasinya tidak jauh dari simpang empat, selain aman juga memudahkan warga menuju maupun keluar dari Desa Kalibeluk,”ujarnya.

Bupati akan segera memerintahkan kepada pihak pembangunan jalan tol Batang- Pemalang Tol Road (BPTR) untuk membangun jalan tersebut. “Kami akan surati pihak pengelola tol secara resmi untuk bisa membuatkan akses jalan yang sudah disepakati dalam pertemuan tadi. Kita akan fasilitasi tanah bengkok yang akan dilewati jalan desa, dan pengelola tol yang mengerjakan pembuatan jalan desa itu,” pungkasnya. (fel)

Facebook Comments