Radar Batang

Awas, Marak Pencurian Sapi

Mulai Sejak Desember 2018

Pencurian hewan ternak yang sempat ngetren pada tahun 2009-2010 saat ini mulai marak lagi. Banyak para peternak sapi di wilayah Kabupaten Batang mengeluhkan kehilangan puluhan sapi ternaknya.

Hal itu dibenarkan Taufik Ikhsanudin anggota DPRD Batang dari Komisi C, saat ditemui Senin (21/1). Ia yang juga berprofesi sebagai peternak sapi ini pun menampung banyak informasi terkait maraknya pencurian sapi dari sesama rekan peternak sapi di Kabupaten Batang.

Menurut dia, peternak sapi di Kabupaten Batang beberapa bulan ini dibuat resah akibat banyaknya pencurian sapi di kandangnya. Kejadian pencurian itu, kata dia, terjadi berulang sejak akhir tahun 2018 kemarin. Dan hingga pertengahan awal tahun 2019 ini, belum ada yang tahu siapa pelaku dibalik pencurian ini, walaupun para korban sudah melapor kepada petugas terkait.

“Saya mendapat laporan dari rekan-rekan peternak di Batang, memang banyak kejadian pencurian hewan ternak, terutama sapi. Kami harap segera ada solusi dari petugas tentang masalah ini, agar mereke tidak trauma,” ucap Taufik.

KANDANG – Tampak kandang sapi milik sejumlah peternak di Kabupaten Batang. M DHIA THUFAIL

Pria yang juga menjabat sebagai Ketua Himpunan Peternak Domba Kambing Indonesia Cabang Batang ini menjelaskan, bahwa dari laporan komunitasnya, laporan pencuian sudah terjadi sejak awal Desember 2018 kemarin. Yang mana 3 ekor sapi milik Rohmat Rt 4 Rw 3 Dukuh Paten, Kecamatan Limpung hilang dicuri.

Kemudian pada awal tahun 2019, pencurian kembali terjadi. Kali ini 3 ekor sapi milik Patuhi warga Dukuh Kulur Rt 2 Rw 3 Desa Wonokerto, Kecamatan Bandar juga hilang seeminggu kemudian, sekira tanggal 7 Januari 2019.

Tak berhenti disitu, pencurian sapi juga menimpa warga Desa Kalangsano, Kecamatan Banyuputih yang kehilangan 2 ekor sapinya, Kemudian sapi ternak milik Rohman warga Dukuh Kalinyamat Rt 2 Rw 3 Kecamatan Bandar juga dialporkan kehilangan.

Lanjut pada tanggal 16 Januari 2019, Sumianto peternak sapi asal Desa Deles Rt 07 Rw 02 Kecamatan Bawang juga melaporkan telah kehilangan 2 ekor indukan sapi jenis Simental. Terakhir kandang sapi milik Nova Hendri warga Desa Kepunton Rt 1 Rw 5 Kecamatan Blado yang kehilangan 1 ekor sapi.

Menurut Taufik dengan banyaknya ternak yang hilang mengakibatkan masyarkat menjadi resah dan enggan beternak karena takut merugi. Oleh karena, ia berharap agar petugas berwajib untuk bisa segera mengungkap kasus pencurian beruntun ini, sehingga dapat terciptanya rasa tenang di masyarakat peternak.

“Saran kami, untuk mencegah kejadian ini terulang kembali, warga diminta untuk menggalakkan siskamling dan jaga malam. Selain itu, harapannya Dinas terkait lebih giat mensosialisasikan mengenai asuransi sapi, agar ketika sapi yang hilang bisa dicover asuransi,” harapnya.

Hal yang sama juga dibenarkan anggota dewan lainnya, yakni Sunarto Ketua Komisi C DPRD Kabupaten Batang. Ia mengatakan, kejadian kehilangan hewan ternak sapi itu juga menimpa sanak keluarganya.

“Saudara yang ada di Desa Pucanggading, dan Wonokerto pun ikut menjadi korban. Rata rata mereka kehilangan sapi antara 2 sampai 3 ekor. Bahkan yang lebih menjengkelkannya lagi, si pencuri sempat meninggalkan pesan pada secarik kertas yang bertuliskan ‘Setelah ini beli sapi lagi ya, kalau sudah besar saya curi lagi’. Semoga pihak berwenang segera mengungkap kasus ini,” terang Sunarto.

Terkait kasus tersebut, Kapolres Batang AKPB Edi Suranta Sinulingga mengatakan, atas laporan tersebut pihaknya langsung memerintah anggotanya baik anggota Satreskrim maupun petugas Polsek di masing-masing wilayah segera bergerak cepat.

“Saya sudah perintahkan anggota saya untuk melakukan penyelidikan segera atas kasus ini. Semoga tidak ada keresahan bagi pemilik ternak sapi, karena ada jaminan keamanan dari petugas Kepolisian,” tandasnya. (fel)

Facebook Comments