Radar Jateng

Pemakaman Amblas, Ratusan Jenazah Berhamburan Keluar

Pemandangan menakutkan terjadi di pemakaman Dusun Kalisat Desa Trimulyo Wadaslintang sabtu ( 19 /1). Ratusan jenazah berhamburan keluar dari liang lahat, akibat pemakaman umum dusun setempat amblas dan longsor.

Warga Dusun Kalisat Trimulyo memindah dan menguburkan kembali ratusan jenazah di pemakaman dusun setempat yang amblas dan longsor kemarin. MAGELANG EKSPRES

Longsor terjadi pada pagi hari , sekira pukul 09.30 WIB. Sebelumnya kawasan tersebut di dera hujan deras selama hampir 3 jam tanpa henti. Luasan tanah longsor dan amblas di pemakaman dusun kalisat trimulyo, mencapai 400 meter dengan ketinggian 20 meter. Sedangkan luas makam yang longsor mencapai 2500 meter persegi.

Saksi mata Muhksin (47) warga Dusun Kalisat Trimulyo mengemukakan bahwa pemakaman umum dusun kalisat amblas dan longsor, lokasi pemakaman mengalami kerusakan parah, hal itu berdampak jenazah yang ada di pemakamn tersebut berhamburan.

“Tanah pemakaman longsor pada pukul 09.30 WIB pagi, banyak jenazah yang sudah dimakamkan lama terlihat, bahkan ada yang terhempas cukup jauh dari lokasi semula, mengikuti arah longsor,” katanya.

Warga Dusun Kalisat sudah melaporkan kejadian tersebut kepada pihak kepolisian dan melakukan penguburan ulang terhadap 150 jenazah yang makamnya sudah rusak. Penguburan dilakukan secara massal.

“Semua makam yang rusak akibat tanah amblas sudah di pelihara oleh ahli warisnya, mereka memakamkan di lokasi yang lebih datar dan tidak jauh dari area pemakaman semula,” terangnya

Sementara itu, Kapolsek wadaslintang AKP Mun Sudaryanto membenarkan adanya kejadian tersebut. Menurutnya makam di Dusun Kalisat Tirmulyo mengalami amblas dan longsor. Area pemakaman rusak, banyak jenazah yang terlihat karena tanah pemakaman bergeser dan terbuka.

“Sudah kita hitung bersama dengan warga dan pemerintahan desa, total da 150 makam yang rusak dan harus dipindah ke lokasi yang aman. Jenazah kembali dikuburkan oleh sanak saudara atau ahli waris masing-masing,” ungkapnya.

Menurutnya, pemakaman massal kembali dilakukan pada senin (21/1) pagi. Sebagian besar jenazah yang dipindah sudah lama meninggal, sehingga ada yang tinggal kerangkanya saja. Pemindahan dilakukan tidak jauh dari lokasi yang longsor. Warga mengubur jenazah di lokasi yang dianggap aman dari tanah amblas dan longsor.

“Pemindahan ini memang membutuhkan waktu yang cukup lama, karena waktunya sama dengan membuat makam yang baru, tapi itu menjadi tugas ahli waris, kita dari kepolisian ikut membantu proses pemakaman,” pungkasnya. (gus)

Facebook Comments