Radar Kendal

Tarif Tol Kemahalan, Para Sopir Minta Diturunkan

KENDAL – Berdasarkan Surat Keputusan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat No 54 tahun 2019, Tarif tol Batang-Semarang resmi diberlakukan pertanggal 21 Januari 2019. Sayangnya, tarif yang dipatok pemerintah di jalan bebas hambatan itu dinilai terlalu mahal.

DINILAI MAHAL- Berdasarkan SK Menteri perimahan Rakyat No 54 tahun 2019, Tarif tol Batang-Semarang resmi diberlakukan tanggal 21 Januari. Bagi pengguna jalan bebas hambatan tersebut, tarif tol yang dikenakannya dinilai mahal. NUR KHOLID MS

Pembangunan tol Trans Jawa yang menghubungkan Merak hingga Surabaya memang diapresiasi para penggunanya. Sebab, mobilitas masyarakat antar wilayah menjadi semakin efisien. Hanya saja, sejumlah pemakai jasa tol tetap mengeluhkan tingginya tarif yang baru saja diberlakukan pemerintah.

“Besaran tarif tolnya saja yang sedikit mahal. Secara efisiensi, jalan tol ini dapat mempersingkat waktu. Harapanya bisa sedikit dikoreksi tarif tol yang sudah diterapkan tersebut, sehingga harganya bisa turun dan tidak mahal banget,” kata Farid, pemilik mobil pribadi yang tengah melintas di ruas tol Batang-Semarang, Senin (21/1).

Mahalnya tarif tol Batang-Semarang juga dirasakan oleh pengemudi truk. Anang salah satunya, dia mengeluhkan tarif tol dari Kandeman ke weleri yang dipatok sampai Rp 54ribu. Angka itu menurutnya cukup memberatkan pengguna truk.

“Tarifnya Rp 54.000 tadi dari Kandeman -Weleri, termasuk tinggi tentunya dengan harga segitu. Karena sebelumnya dari pemalang saja sudah kena Rp 110.000. Intinya bisa turun harganya, karena bagi kami pengemudi truk, harga segitu cukup tinggi,” katanya.

Sementara itu, Manager Area Jasamarga Semarang Batang, Ismanto mengatakan, hari pertama pemberlakuan tarif tol memang ada sedikit antrian di gerbang tol. Hal itu dikarenakan saldo yang tidak mencukupi. Penyebabnya karena banyak yang belum mengetahui jika pemberlakukan tarif dimulai pada 21 Januari. “Ada beberapa kendala yang didapati karena sebelumnya gratis dan mulai berbayar, sehingga banyak saldo kartu tol yang tidak cukup. Mungkin banyak yang belum mengetahui jika per tanggal 21 Januari sudah dikenai biaya,” jelasnya.

Adapun permasalahan kurangnya saldo memang dianggap masih dalam masa penyesuaian dari sebelumnya gratis. Namun untuk mengatasi permasalahan tersebut petugas tol melayani pembelian kartu tol bagi pengemudi yang kekurangan saldo saat melintas di jalan tol tersebut. (nur)

Facebook Comments