Radar Pendidikan

Dorong Semangat Menulis, Guru Dapat Pelatihan

KOTA PEKALONGAN – Dalam rangka menyukseskan Gerakan Literasi Satu Buku Guru Nasional (Sabugunas), Pemerintah Kota Pekalongan melalui Dinas Pendidikan mengadakan Pelatihan Penulisan Buku Ajar dan Populer Bagi Pendidik, pada Senin (21/1). Bertempat di Ruang Amarta Setda Kota Pekalongan, kegiatan tersebut turut dihadiri oleh Walikota Pekalongan, Kepala Dinas Pendidikan Kota Pekalongan, serta Para Dewan Pendidik.

MENGIKUTI – Sebanyak 243 pendidik di Kota Pekalongan, Kabupaten Pekalongan, dan Kabupaten Batang mengikuti kegiatan pelatihan menulis, Senin (21/1).

Pelatihan tersebut diikuti oleh 243 peserta pelatihan yang terdiri dari 32 kepala sekolah, tiga pengawas, serta 208 guru dari jenjang TK hingga SMA yang berasal dari Kota Pekalongan, Kabupaten Pekalongan, dan Kabupaten Batang. Bertindak sebagai narasumber adalah Prof Dr Subyantoro MHum selaku pakar lingustik dan penulis buku, Amir Faisol selaku praktisi NLP, dan Cucu Suryono SE selaku praktisi penerbitan dari Sukoharjo.

Dalam membuka pelatihan, Walikota Pekalongan, Saelany Mahfudz menuturkan bahwa upaya peningkatan kualitas pendidikan tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga membutuhkan partisipasi dan dukungan dari semua pihak.

“Pendidikan akan menciptakan masyarakat terpelajar sebagai prasyarat masyarakat yang maju, mandiri, demokratis dan sejahtera serta bebas dari kemiskinan,” ujarnya.

Menurut Walikota Pekalongan, melalui gerakan literasi peranan guru sangat penting untuk memperkuat budi pekerti siswa. Oleh karena itu, Walikota Pekalongan berharap guru akan lebih senang untuk membaca dan menulis. Ia juga berpesan agar guru tidak hanya mengajar tetapi juga dapat menuliskan kegiatan kesehariannya sebagai langkah awal dalam menulis buku ajar dan populer.

“Komitmen Pemerintah Kota Pekalongan terhadap kualitas pendidikan, juga dalam rangka mendukung gerakan literasi, salah satunya dengan pelatihan menulis buku ajar dan populer, karena tak dapat dipungkiri peran pendidik tidak dapat diabaikan. Gerakan literasi di sekolah dapat berjalan lebih dinamis dengan melibatkan siswa secara langsung,” lanjutnya.

Hal senada juga diungkapkan Kepala Dinas Pendidikan Kota Pekalongan selaku Ketua Penyelenggara, Soeroso. Menurutnya, menulis merupakan kegiatan penting karena menjadi salah satu tuntutan profesi seorang pendidik sebagai prasyarat kenaikan pangkat.

“Kegiatan menulis merupakan tuntutan profesi pendidik bahkan untuk naik pangkat, mereka harus bisa menulis mulai dari menulis hal sederhana, karya tulis sampai menulis buku populer agar diharapkan kompetensi literasi para guru bisa meningkat,” terang Soeroso.

Disebutkan, pelatihan tersebut akan dilaksanakan secara tatap muka dalam dua hari yakni pada Senin (21/1) dan Selasa (22/1) dan secara online selama satu bulan dengan melibatkan teknologi dan informasi. Sebagai hasil pelatihan, panitia akan menentukan tiga buku terbaik yang akan diberikan penghargaan pada akhir kegiatan. Ketiga buku tersebut juga akan akan dibedah dan diluncurkan pada Hari Pendidikan Nasional di bulan Mei mendatang. (run)

Facebook Comments