Radar Pendidikan

Orang Tua Diminta Tak Minder Sekolahkan Anaknya di SLB

KENDAL – Para orang tua yang memiliki anak penyandang disabilitas diminta tak malu menekolahkan buah hatinya ke SLB. Orang tua harus tetap bangga, meskipun anak-anak mereka memiliki keterbatasan. Hal itu disampaikan Bupati Kendal, dr Mirna Annisa MSi, saat menghadiri peresmian Gedung Asrama Sekolah Luar Biasa Muhammadiyah (SLBM) Surya Gemilang di kecamatan Limbangan Kendal, Minggu (20/1).

PERESMIAN – Bupati Kendal, Mirna Annisa, saat menghadiri acara peresmian SLBM Surya Gemilang di Limbangan, Minggu (20/1). AKHMAD TAUFIK

Peresmian gedung asrama hasil sumbangan para donatur tersebut diselenggarakan oleh PC Muhammadiyah Limbangan. Acara juga dihadiri pejabat Dinas Pendidikan Wilayah Provinsi Jawa tengah dan tokoh masyarakat.

Dikatakan Bupati, orang tua tidak boleh malu menyekolahkan anak-anak penyandang disabilitas di SLB. Orang Tua justru harus bangga dan tidak boleh mengasingkan mereka, meski diberi ujian dan cobaan. “Justru orang tua harus belajar pada anak-anak ini, karena mereka tetap percaya diri dan bersemangat mempertahankan eksistensi,” pesan Mirna.

Dengan menunjukkan salah satu buku, Bupati Mirna lantas mengutip sebuah pesan indah. “Didiklah dirimu sebelum engkau didik anak-anakmu”,” katanya.

Lebih jauh dikatakan, anak-anak adalah tanggung jawab bersama dan menjadi bagian dari kehidupan sosial. Untuk itu, Bupati menyampaikan terima kasih kepada semua pihak, baik pemerintah provinsi, jajaran PD Muhammadiyah dan para dermawan yang telah membantu kehidupan dan pendidikan anak-anak penyandang disabilitas di kabupaten Kendal. “Pemkab Kendal berencana meningkatkan bantuan kepada anak-anak penyandang disabilitas pada rencana anggaran mendatang,” imbuhnya.

Sementara itu, Ketua PD Muhammadiyah Kabupaten Kendal, KH Muslim Rahmadi mengatakan, SLBM Surya Gemilang Limbangan mengasuh 116 anak disabilitas, terdiri dari siswa SLB TK, SLB SD, SLB SLTP, dan SLB SLTA. Mereka pun mampu meraih prestasi juara tingkat Jawa Tengah. Sebagai contoh, para siswa SLBM berhasil meraih medali emas Olahraga Lari 100 Meter, medali perak tolak peluru, renang, dan sebagainya.

“Anak-anak penyandang disabilitas adalah anak-anak bangsa. Mereka tidak boleh dibedakan dengan anak yang lain dan perlu disantuni,” tegasnya. (fik)

Facebook Comments