Radar Batang

Waspada, 14 Kasus DB Ditemukan di Awal Tahun

Dinkes Imbau Warga Giatkan PSN

Awal tahun ini, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Batang sudah menemukan 14 kasus Demam Berdarah (DB). Beruntung, 14 kasus tersebut saat ini masih tertangani dengan baik dan belum ada yang dinyatakan meninggal lantaran DB.

Untuk mengantisipasi hal tersebut, Dinkes telah melakukan berbagai upaya, mulai dari kampanye dan sosialisasi Pemberatasan Sarang Nyamuk (PSN), Foging, dan beberapa giat lainnya.

Kepala Dinkes Batang, dr Hidayah Basbeth didampingi Kasi Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Menular (P2PM), Farikhun Asror menerangkan, jumlah kasus DB memang cenderung meningkat. Meski begitu, pihaknya berusaha untuk meminimalisir angka kematian akibat kasus DB. Berdasarkan data dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Batang, pada tahun 2017 tercatat ada 90 laporan dengan 52 kasus positif DBD dan 3 orang meninggal.

FOGGING – Salah satu upaya pemberatasan DBD dengan menggunakan foging. Meski begitu Dinkes menyatakan aktivitas PSN merupakan cara yang lebih ampuh dalam meminimalisir DBD. NOVIA ROCHMAWATI

Sedangkan pada tahun 2018 terjadi peningkatan kasus yang cukup signifikan. Tercatat, ada 154 laporan dengan 82 kasus positif DBD dan 2 orang meninggal.

“Target kami untuk 2019 ini sebisa mungkin tidak ada yang meninggal karena kasus DB. Untuk mewaspadai dan mengantisipasi serangan penyakit DBD, masyarakat perlu menjaga kebersihan lingkungan di dalam rumah maupun di luar rumah. Salah satunya dengan menggiatkan kegiatan PSN dan menjadi kader jumantik, baik bagi diri sendiri, keluarga maupun sekitar,” tuturnya saat diwawancarai, Senin

Farikhun menambahkan, Dinkes terus melakukan sosialisalisasi mengenai gerakan PSN kepada masyarakat, karena program tersebut dirasa sangat efektif dalam mencegah adanya DBD. Pihaknya juga gencar menggelar pelatihan kader jumantik. Diharapkan dengan pelatihan itu, tiap rumah punya minimal satu kader yang bisa menjaga kebersihan rumah dan keluarga, serta lingkungannya.

“Daripada fogging, lebih baik sama-sama melakukan PSN yang dimulai dari lingkungan sendiri. Program PSN dengan cara 3M Plus perlu dilakukan secara berkelanjutan khususnya pada musim penghujan seperti ini,” jelasnya.

Menurutnya, selama ini masyarakat Batang masih pasif dalam melakukan PSN dan masih bergantung pada Kader Kesehatan Desa. Oleh karena itu, Dinkes berharap ke depan masyarakat lebih sadar dan mawas diri, salah satunya dengan menjaga kebersihan lingkungan. (nov)

Facebook Comments