Radar Batang

Musim Hujan, Potensi Titik Banjir di Kota Batang

BATANG – Intensitas hujan mulai meningkat dalam beberapa hari terakhir. Meski masih aman, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Batang tetap mengingatkan masyarakat terhadap potensi luapan banjir, utamanya justru di wilayah perkotaan.

Ulul Azmi AP MM, Kepala Pelaksana BPBD Batang
Ulul Azmi AP MM, Kepala Pelaksana BPBD Batang

Hal itu diungkapkan Kepala Pelaksana BPBD Batang, Ulul Azmi AP MM. Kata dia, genangan air masih terjadi di sejumlah titik saat hujan lebat, Kamis (17/1) dan Jumat (18/1) lalu. Namun beruntung, air yang menggenangi beberapa ruas jalan dan sebagian pemukiman warga itu cepat surut.

“Kemarin yang agak parah di Kramalan, Karangasem Utara, karena debit air dari saluran Gendingan naik saat hujan deras. Tapi setelah dicek, sumbernya karena tumpukan sampah yang menghambat laju air,” ungkapnya saat dihubungi via ponsel, Minggu (20/1) sore.

Warga dan BPBD akhirnya bergotong royong membersihkan sampah yang memenuhi saluran pada Kamis malam dan Jumat pagi, sehingga aliran air kini lebih lancar. “Meski curah hujan meningkat, tetapi ini belum sampai puncaknya. Kemungkinan akhir Januari dan awal Februari nanti curahnya akan meningkat signifikan. Maka kami himbau warga Kabupaten Batang tetap waspada terhadap potensi bencana,” pesan Ulul.

Selama musim hujan ini, ada empat ancaman bencana yang mengintai warga Kabupaten Batang, yakni banjir,longsor, puting beliung, dan gelombang tinggi. Untuk potensi bencana banjir, selain Kecamatan Batang, 4 kecamatan lainnya pun disebut Ulul potensial, yakni Kandeman, Tulis, Subah, dan Gringsing. Potensi itu bisa saja meningkat paska pembangunan ruas tol di 2018 lalu.

“Terutama limpasan lumpur tanah sisa-sisa proyek tol, ini harus diwaspadai. Awal 2018 lalu juga dampaknya sudah bisa dirasakan, seperti luapan air di ruas pantura Kandeman,” ujarnya.

Sementara untuk Kota Batang, potensi banjir tetap mengancam sejumlah titik, seperti tahun-tahun sebelumnya. Beberapa titik yang rawan genangan air, yakni Karanganyar, Kaliucang Kulon dan Wetan, Watesalit, Jl Dr Wachidin, Jl A Yani, Dr Sutomo, Kramalan Karangasem Utara, Klidang Lor, Kertonegaran, dan lainnya.

“Tetapi dampak genangan air insya Allah tidak separah tahun-tahun sebelumnya. Karena beberapa saluran dan drainase kan sudah diperbaiki,” terang Ulul.

Beberapa upaya perbaikan itu, antara lain peningkatan talud Sungai Gendingan, pemuatan saluran belakang RSUD Batang, normalisasi dan penguatan tebing Sungai Sambong. “Selain itu, secara swadaya warga bersama BPBD juga telah kerja bakti membersihkan saluran. Awal Januari lalu warga di Klidang Lor juga melakukan gerakan bersihkan enceng gondong selama seminggu full, lalu bersih-bersih di Jl Wachidin, Kramalan, dan lainnya. Mudah-mudahan upaya itu bisa meminimalisir potensi banjir pemukiman di Kota Batang,” bebernya.

Selain meningkatnya curah hujan, BPBD juga menyampaikan peringatan BMKG soal potensi gelombang pasang selama beberapa hari ini. “Kalau peringatan BMKG, potensi gelombang tinggi masih akan berlangsung sampai tanggal 22 Januari,” pungkasnya. (sef/fel)

Facebook Comments