Radar Batang

Rencana Batang Superblok masih Mengambang

Pemkab Batang Prioritaskan Pembangunan Gor Indoor

Sempat ramai diwacanakan, rencana pengembangan Batang Superblok di kawasan eks pasar darurat Jl Dr Sutomo Kelurahan Watesalit, Kecamatan Batang, sepertinya kembali mengambang. Masih di areal lahan yang sama, Pemkab memilih untuk lebih dulu merealisasikan pembangunan gor indoor.

Selain belum disusunnya dokumen Detail Engeneering Desain (DED), rencana pengembangan superblok diduga masih terkendala ketersediaan lahan dan juga sumber anggarannya. Terlebih, pembangunan kawasan yang akan mengintegrasikan pusat perbelanjaan, pusat hiburan, wisata kuliner, dan sport center itu dipastikan bakal menyedot anggaran ratusan miliar.

Bupati Batang, Wihaji mengatakan, Pemkab belum bisa mewujudkan superblok dalam waktu dekat. Sebagai gantinya, dia memastikan untuk merealisasikan pembangunan gor indoor di tahun 2020.

RAMAI PENGUNJUNG – Ribuan pengunjung Minggon Jatinan mengikuti acara perdana Ngombe Kopi di HKR Batang. Sesuai perencanaan, di dekat kawasan HKR nantinya akan dibangun gor indoor yang megah. M DHIA THUFAIL

“Kita masih menata, kita rampungkan dulu Gor Indoor. Karena Detail Engeneering Desain (DED) untuk Gor Indoor sudah selesai, sehingga tahun 2020 nanti pembangunanya sudah bisa dimulai. Dan nanti baru bisa kita sambungkan dengan masterplan Batang Superblok,” ungkap singkat Wihaji usai melaunching program barunya “Ngombe Kopi” di Hutan Kota Rajawali, Minggu (20/1).

Pernyataan itu juga diamini Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPU-PR) Kabupaten Batang, Ir Ketut Mariadji. Ketut mengatakan, realisasi pembangunan Batang Superblok kemungkinan akan membutuhkan waktu yang cukup lama. Karena hingga saat ini, DED untuk Batang Superblok itu pun belum ada.

“Kita baru rampungkan DED untuk gor indoor, yang mana pembangunannya akan dimulai pada tahun 2020, karena sudah masuk dalam RPJMD Pak Bupati,” terang Ketut di lokasi yang sama.

Adapun untuk biaya pembangunan gor indoor, jelas, akan menelan anggaran sebesar hingga Rp 100 miliar lebih yang diambilkan dari APBD. Namun pencairannya akan dilakukan bertahap. Sebab proyek besar itu akan menggunakan sistem anggaran multiyear. “Proyek ini tidak bisa satu tahun jadi, ini akan membutuhkan waktu lama. Sehingga, dalam pencairan anggarannya pun akan bertahap,” pungkasnya.

Seperti diketahui, Pemkab Batang pernah mewacanakan pengembagan Batang Superblok di lahan eks pasar darurat. Pembangunan direncanakan dilakukan dalam dua tahap, yakni di tahun 2020 dan 2021 dengan menelan biaya hingga ratusan miliar. Yang mana Pemkab akan menggandeng investor dengan sistem yang saling menguntungkan untuk pembangunan proyek besar tersebut.

Disampaikan juga, bahwa pembangunan tersebut bertujuan untuk merubah wajah kota Batang sebagai ibu kota kabupaten. Yang tentunya akan dijadikan sebagai penunjang tata kota yang ramah lingkungan, ramah anak, dan pro investasi. Keberadaannya juga sekaligus untuk meningkatkan angka kunjungan wisata ke Kabupaten Batang. (fel)

Facebook Comments