Nasional

Sadis, Ibu Tega Aniaya Anaknya yang Berusia 18 Bulan Hingga Tewas

Bayi ditemukan tewas di depan kosan. ilustrasi (pojoksatu)

Quina Latisa Ramadani alias Quin, balita 18 bulan menghembuskan napas terakhir dengan tidak wajar.

Sekujur tubuh penuh luka lebam. Anak tidak berdosa itu dianiaya ibu kandungnya sendiri, Rosita bin Kimin (28).

Kapolsek Jatiuwung Kompol Eliantoro Jalmaf mengatakan, Rosita sempat membawa Quin berobat ke Rumah Sakit Ibu & Anak Bunda Sejati, Kecamatan Jatiuwung, Kota Tangerang, Jumat (18/1/) kemarin.

Namun berdasarkan pemeriksaan dokter, Quin ternyata telah meninggal dunia.

Lantaran hasil pemeriksaan dokter terdapat luka memar serta berdarah pada mulut dan punggung Quin, pihak rumah sakit kemudian memberitahukan hal tersebut ke Polsek Jatiuwung.

Polisi pun langsung menindaklanjuti laporan tersebut dengan mengecek korban dan tempat kejadian perkara atau TKP.

Penganiayaan terhadap balita perempuan itu terjadi di sebuah rumah kontrakan di Kampung Gebang, Kelurahan Sangiang Jaya, Kecamatan Periuk.

Di kontrakan milik Ali tersebut Rosita tinggal bersama Quin dan suami ketiganya bernama Wage.

“Dari hasil cek korban dan TKP, diduga korban meninggal akibat pukulan benda tumpul pada punggung dan mukanya. Atas hal tersebut, kemudian dilakukan pengamanan terhadap orang tua korban yakni ibu kandung atas nama Rosita dan ayah tiri korban atas nama Wage,” jelas Eliantoro kepada wartawan di lokasi kejadian, Sabtu (19/1) dikutip dari tangerang7.com.

Polisi pun melakukan interogasi kepada kedua orang tua korban. Akhirnya, Rosita mengakui telah melakukan kekerasan terhadap anaknya itu. Ia memukul menggunakan tangan kosong pada punggung dan muka.

“Pelaku sering melakukan kekerasan dengan mencubit dan memukuli korban, sehingga ditemukan beberapa lebam dan luka-luka di tubuh korban. Jadi, ibu korban ditetapkan sebagai tersangka. Sementara ayah tiri korban atau suami ketiga tersangka tidak mengetahui jika tersangka melakukan penganiayaan terhadap korban,” tandas Eliantoro. (pojoksatu)

Facebook Comments