Radar Pendidikan

Pelajar Diajak Lestarikan Alam

PECALUNGAN – Sejumlah pelajar SMAN 1 Bandar yang tergabung dalam Ekstrakurikuler Enviro Jugo SMAN 1 Bandar, menanam sekitar 250 pohon di kawasan Curug Gombong Pecalungan beberapa waktu lalu. Penanaman yang dilakukan bekerja sama dengan komunitas Racika Palm ini dalam rangka peringaran Hari Gerakan Satu Juta Pohon.

Pelajar Diajak Lestarikan Alam
TANAM – Pelajar SMAN 1 Bandar saat berkolaborasi dengan komunitas Racika Palm saat menanam pohon di lingkungan Curug Gombong beberapa waktu lalu. NOVIA ROCHMAWATI

Selain itu, pihaknya ingin agar pelajar bisa lebih kontributif dalam melestarikan lingkungan. Terlebih SMAN 1 Bandar juga merupakan SMA yang sudah meraih adiwiyata tingkat nasional. Dimana siswanya dituntut untuk lebih berperan dalam bidang kelestarian lingkungan.

“Kebetulan kami kali ini diajak berkolaborasi dengan Komunitas Racika Palm. Kami sambut dengan baik tawarannya lantaran memang sesuai dengan visi misi kami. Apalagi sebagai siswa dari sekolah adhiwiyata tingkat nasional, kami dari SMAN 1 Bandar selalu terpacu untuk berkontribusi dalam pelestarian lingkungan,” terang perwakilan Enviro Jugo, Rama saat diwawancarai, kemarin.

Para pemuda tersebut menanam sekitar 250 pohon. Terdiri dari jenis pohon mahoni dan glodokan pecut yang merupakan bantuan dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Batang.

Penanaman ini dilakukan di sekitar area parkir, jalur menuju curug, dan di pinggiran tebing sebelah barattebing-tebing yang berkontur curam.

Selain memperingati hari Gerakan Satu Juta Pohon yang jatuh pada 10 Januari lalu, kegiatan ini dilakukan untuk memperbaiki lingkungan sekitar Curug Gombong. Terlebih sekarang Curug Gombong menjadi salah satu destinasi wisata di Batang yang sering dikunjungi wisatawan. Sehingga lingkungannya membutuhkan perawata akan tetap lestari dan hijau.

“Kondisi lingkungan di wisata Kabupaten Batang sangat memprihatinkan, tak terkecuali Curug Gombong. Oleh karena itu kami sebagai siswa yang peduli lingkungan berupaya untuk melakukan sesuatu yang tujuannya demi keberlanjutan lingkungan,” ujarnya, Senin (14/1).

Sosialisasi pelestarian lingkungan pun kerap dilakukan, baik melalui media sosial maupun gerakan secara langsung yang mereka lakukan saat ini di Curug Gombong.

“Jadi di Gombong setelah menjadi wisata dibangun seperti pelataran dan juga posko. Tentunya banyak pohon yg ditebang.Nah di jalur menuju curug yang curam juga sangat minim pohon keras yang mampu menanggulangi longsor. Makanya kegiatan ini kami lakukan. Kami berharap semakin banyak masyarkat khususnya pelajar yang peduli akan kelestarian alam sekitar merela,” harapnya. (nov)

Facebook Comments