Radar Kajen

Ingin Urus Sertifikat Tanah? Daftar ke Ormas yang Difasilitasi Desa

Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) merupakan program yang diluncurkan oleh pemerintah melalui Kementerian ATR/BPN Republik Indonesia. Berkaitan dengan hal tersebut, Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kabupaten Pekalongan memberikan penyuluhan kepada masyarakat seputar PTSL.

Ingin Urus Sertifikat Tanah
MEMBERIKAN – Perwakilan BPN Kabupaten Pekalongan memberikan penyuluhan PTSL kepada masyarakat Simbang Wetan. FAKHRUN NISA

Salah satu penyuluhan yang telah dilaksanakan adalah penyuluhan PTSL yang diberikan kepada masyarakat Desa Simbang Wetan pada Kamis (17/1). Dalam kegiatan tersebut, sekitar 100 orang hadir dan mendapatkan penyuluhan seputar PTSL serta persyaratan yang harus dilengkapi. Bertempat di Balai Desa Simbang Wetan, kegiatan tersebut turut dihadiri oleh Babinsa, Bhabinkamtibmas, Ormas, dan tokoh masyarakat.

Pemerintah Desa Simbang Wetan melalui Kasi Pemerintahan Aminudin menuturkan, PTSL disambut baik oleh masyarakat karena menyediakan fasilitas untuk membuat sertifikat secara massal.

“Masyarakat kan kenalnya dengan sertifikat massal, mereka sangat antusias dan mengapresiasi program seperti ini karena bisa memperjelas dan menghindari sengketa tanah,” ujarnya.

Meskipun penyuluhan PTSL baru diberikan pada Kamis (17/1), namun pemerintah desa melalui ormas sudah mulai melakukan pendataan door to door kepada masyarakat Desa Simbang Wetan. Proses door to door tersebut akan dilaksanakan hingga akhir Januari mendatang. Sementara itu, pengukuran tanah akan diselenggarakan mulai Februari nanti.

“Sebelum tanggal 10 kami sudah mendapatkan informasi bahwa Desa Simbang Wetan memperoleh kuota untuk PTSL, sehingga kami langsung bergerak door to door. Siapa yang mau membuat sertifikat silakan mendaftar ke ormas yang difasilitasi desa,” lanjutnya.

Selain menyasar masyarakat yang belum mempunyai sertifikat tanah, PTSL juga menyasar tanah masyarakat yang bersertifikat untuk diukur. Menurut Aminudin, hal tersebut dimaksudkan agar terjadi pemetaan yang jelas antara tanah yang sudah bersertifikat dan yang belum.

“Tanah yang belum bersertifikat dan tidak mempunyai sengketa baik sengketa maupun sengketa keluarga. Kalau sertifikat massal yang diukur hanya yang akan disertifikatkan, kalau PTSL pengukuran untuk semua tanah, yang sudah atau belum sertifikat, nanti yang belum bisa masuk program sertifikat massal. Ini untuk pemetaan, untuk mengetahui keseluruhan tanah di desa, berapa yang sudah bersertifikat dan berapa yang belum,” tandasnya. (run)

Facebook Comments