Radar Kendal

Membandel, Lima Lapak PKL Dibongkar Paksa

*Petugas Gabungan Diterjunkan

KENDAL – Petugas gabungan dari Satpol PP, Dishub, Polres, dan Kodim Kendal terpaksa membongkar paksa lima bangunan milik pedagang kaki lima (PKL) yang dibangun di batas Kota Kendal-Semarang, Pantura Sumberejo, Kecamatan Kaliwungu, Kamis (17/1) pagi kemarin. Pembongkaran dengan alat berat itu dilakukan lantaran para pemilik lapak tak juga mengindahkan batas waktu yang diberikan.

Membandel, Lima Lapak PKL Dibongkar Paksa
BONGKAR – Petugas gabungan Satpol PP, Dishub, Polres. dan Kodim Kendal terpaksa membongkar paksa lima bangunan milik PKL yang dibangun di batas Kota Kendal-Semarang menggnakan alat berat, kemarin. NUR KHOLID MS

Bangunan-bangunan itu umumnya adalah warung makan dan tempat usaha lainnya dari warga sekitar. Kemarin, lima bangunan itu telah rata dengan tanah.

Salah satu pemilik bangunan, Khusni menuturkan, dirinya sudah tiga tahun ini menempati bangunan di pinggir jalan sekitar tugu batas kota. Selama itu pula dirinya membayar sewa kepada pemilik tanah sebesar Rp 5 juta setahun. Tetapi Khusni juga tak menampik jika bangunan yang ditempati usahanya itu menggunakan badan jalan.

“Ya mau gimana lagi mas. Pendirian bangunannya di batas kota sendiri salah secara aturan. Ketika dibongkar seperti ini ya pasrah. Rencananya akan mendirikan bangunan untuk tempat berteduh di belakang bangunan yang dibongkar,” katanya.

Kepala Satpol PP dan Damkar Kendal, Toni Ari Wibowo mengatakan, keseluruhan bangunan yang dibongkar atau ditertibkan ada 13 unit. Namun hanya ada lima di antaranya yang belum dibongkar sendiri oleh pemiliknya. Padahal, surat teguran sudah dilayangkan beberapa kali dan sudah 95 persen pemilik bangunan yang sudah membongkarnya sendiri. “Hanya tinggal lima bangunan yang ditinggal pergi pemiliknya, sehingga terpaksa diratakan dengan alat berat,” ungkapnya.

Paska pembongkaran, lanjut Toni, pihaknya memastikan terus mengawasi lingkungan sekitar tugu batas kota agar nantinya tidak muncul lagi bangunan permanen yang jelas-jelas melanggar peraturan daerah tentang ketertiban dan kenyamanan masyarakat. “Anggota Satpol sendiri yang akan kita terjunkan untuk mengawasinya,” tandasnya.

Sementara itu, Camat Kaliwungu, Ahmad Ircham Khalid mengatakan, sudah meminta pemilik bangunan untuk membongkarnya sendiri. Karena tugu batas kota yang sudah dibangun harus bebas dari bangunan agar terlihat indah dan tidak terkesan kumuh.(nur)

Facebook Comments