Radar Kendal

Duh, Lima OPD masih Masuk Kategori Merah

*Sekda Sidak Pelayanan

KENDAL – Kinerja pelayanan di sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) Pemkab Kendal sepertinya masih harus digenjot kualitasnya. Pasalnya, mengacu penilaian standar pelayanan publik yang dirilis ombudsmen, masih ada lima OPD yang masuk kategori penilaian rendah atau masuk zona merah.

SIDAK – Sekda Moh Toha melakukan sidak dua Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kendal, yakni BKPP dan Bakeuda. NUR KHOLID MS

Hal itu disampaikan Sekda Kendal, Moh Toha ST MT, saat melakukan sidak ke kantor BKPP dan Bakeuda, Kamis (17/1) pagi. Dia didampingi Kepala Diskominfo, Kabag Organisasi, Asisten Pemerintahan dan Kesra, Asisten Administrasi Umum, dan Asisten Perekonomian dan Pembangunan.

“Sidak ke OPD ini penting, karena mengacu hasil penilaian survey standar pelayanan publik Ombudsman sepanjang Mei – Juni 2018, masih ada OPD yang masuk kategori merah dan kuning, sehingga perlu ditingkatkan pelayanannya,” ungkap Toha.

Disebutkan, ada sembilan kategori penilaian terkait pelayanan publik yang diberikan Ombudsman sebagai regulasi penilaian, yakni standar pelayanan, maklumat pelayanan, sistem informasi pelayanan publik, sarana dan prasarana, pelayanan khusus, pengelolaan pengaduan, penilaian kinerja, visi misi motto layanan dan pelayanan terpadu.

“Penilaian Ombudsman itu tadi sudah saya sampaikan ke pimpinan dan staf OPD terkait. Sehingga saya minta agar dilakukan perbaikan dari semua aspek, sarana prasarana dan fasilitas untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik. Sehingga nangtinya penilaian Ombudsman bisa lebih baik dari sekarang yang hanya peringkat 15 dari 35 kabupaten/kota di Jawa Tengah,” jelasnya.

Secara rinci, lanjut Sekda, tiga OPD masuk kategori kuning, yaitu Dinas Perhubungan, Dispendukcapil, dan Dinas Lingkungan Hidup. Sementara lima OPD masuk kategori merah alias rendah adalah Dinas Kesehatan, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Dinas Sosial, Dinas Perindustrian dan Perdagangan serta Dinas Tenaga Kerja.

Namun demikian, Toha menyebut tidak semua OPD meraih skor sedang. Bahkan masih ada satu OPD yang mampu meraih nilai tinggi dan patut dijadikan contoh bagi OPD-OPD lainnya, yakni Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTST) dengan skor 94,87.

“Saya minta ada pembenahan pelayanan dilakukan oleh setiap OPD yang masuk kategori merah dan kuning. Sebab nanti akan saya lihat lagi apakah sudah ada perbaikan yang sudah dilakukan atau belum,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Bakeuda, Agus Dwi Lestari mengatakan, pihaknya sudah memulai perbaikan layanan publik dan fasilitas serta sarana dan prasarana yang mendukung termasuk rencana untuk menambah gedung arsip. Hal itu dilakukan karena jumlah arsip dan dokumen Bakeuda yang ada luar biasa banyaknya. “Sudah kami mulai. Yakni dengan melakukan perbaikan layanan publik dan fasilitas serta Sapras yang mendukungnya,” katanya. (nur)

Facebook Comments