Radar Kajen

2018, Kasus Bunuh Diri Meningkat

KAJEN – Dalam kurun waktu empat tahun, kasus bunuh diri di Kabupaten Pekalongan meningkat. Kasus terbanyak di tahun 2018 yang mencapai 8 kasus bunuh diri.

2018, Kasus Bunuh Diri Meningkat
OLAH TKP – Anggota Polsek Sragi saat melakukan olah TKP kasus bunuh diri karena asmara. TRIYONO

Kasus bunuh diri dilatarbelakangi berbagai permasalahan dari mengidap penyakit tak kunjung sembuh, juga lantaran putus cinta. Sedangkan bunuh diri mayoritas didominasi dengan menggantung diri, namun adapula yang dengan cara tragis yaitu menggorok leher sendiri.

Kasubbag Humas Polres Pekalongan Iptu Akrom ketika dikonfirmasi membenarkan bahwa kasus bunuh diri tercatat sejak 2015 sampai 2018 mengalami kenaikan.

Dijelaskan, data kasus bunuh diri tahun 2015 tercatat 5 kasus. Dari 5 kasus tersebut motif bunuh diri 4 dilatarbelakangi karena sakit tak kunjung sembuh, sedangkan satu kasus karena masalah keluarga.

“Untuk kasus bunuh diri di tahun 2016 tercatat ada tiga kasus dan motif bunuh diri karena sakit. Sedangkan di tahun 2017 mengalami penurunan yang tercatat hanya 4 kasus dan itu dikarenakan sakit,” terangnya.

Jumlah kasus bunuh diri meningkat terjadi di tahun 2018. Tercatat, ada 7 kasus bunuh diri di tahun 2018. Kasusnya juga cukup tragis karena ada warga bunuh diri dengan menggorok leher dan gantung diri.

“Untuk di tahun 2018 motifnya berbeda beda, yaitu 4 motif karena sakit tak kunjung sembuh. Kemudian persoalan asmara, persoalan keluarga dan adapula yang soal utang piutang. Sedangkan di awal tahun 2019 ini sudah ada kasus bunuh diri karena asmara, jadi total keseluruhan sejak tahun 2015 sampai 2019 ini ad sebanyak 20 kasus bunuh diri,” lanjutnya.

Dengan kasus bunuh diri didominasi lantaran sakit, ia mengimbau kepada masyarakat yang memiliki anggota keluarga mengidap penyakit menahun agar tetap dirawat dan dijaga. Berilah motivasi agar tidak nekad melakukan perbuatan yang tidak diinginkan. (yon)

Facebook Comments