Radar Kendal

Awas, Waspadai 3 Ancaman Bencana

KENDAL – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kendal mengingatkan masyarakat terhadap tiga ancaman bencana paling potensial selama musim hujan tahun ini, yakni banjir, longsor, dan puting beliung. Status Siaga Bencana karenanya telah dikeluarkan dan berlaku sampai 31 Maret 2019 mendatang.

Awas, Waspadai 3 Ancaman Bencana
PENGECEKAN- Kepala Pelaksana Harian (Kalakhar) BPBD Kendal, Wiwit Andariyono, melakukan pengecekan jembatan darurat sepanjang enam meter. NUR KHOLID MS

Secara umum, BPBD sendiri menyatakan siap menghadapi musim hujan yang mulai meningkat intensitasnya berikut kesiapsiagaan terhadap potensi bencana yang mungkin terjadi. Namun demikian, masyarakat juga diminta waspada dan mau mengenali gejala atau tanda-tanda ketiga bencana tersebut guna mengurangi resiko saat terjadi bencana.

Kepala Pelaksana Harian (Kalakhar) BPBD Kendal, Wiwit Andariyono mengatakan, meski berharap tak ada bencana, tetapi secara kelembagaan BPBD siap untuk menghadapinya. Kesiapan tersebut mencakup personel, logistik, maupun peralatan penunjang bila terjadi bencana alam. Menurutnya, banjir, longsor, dan puting beliung menjadi bencana paling potensial terjadi di Kabupaten kendal.

“Bencana banjir tersebar di 99 desa/kelurahan yang tersebar di 14 kecamatan dan longsor berada di 73 desa/kelurahan yang tersebar di 19 kecamatan. Ada beberapa kecamatan yang rawan banjir dan tanah longsor,” katanya, Rabu (16/1).

Wiwit mengatakan, BPBD telah menetapkan status siaga bencana terhitung sejak 1 November 2018 hingga 31 Maret 2019. Status itu mendasarkan pada SK Bupati Kendal Nomor 360/407/2018 tertanggal 28 November 2018. Pihaknya juga mendirikan posko siaga bencana di setiap kecamatan dengan posko induk di Kantor BPBD Kendal, yang kesemuanya dibuka 24 jam.

BPBD juga berkoordinasi dengan TNI, Polri, dan OPD terkait bila terjadi musibah bencana alam. Pasokan logistik siap bila sewaktu-waktu terjadi bencana alam. “Kami mengimbau warga mengaktfikan kentongan jika terjadi bencana banjir, longsor, maupun angin kencang,” ungkap Wiwid.

Kasi Kedaruratan dan Logistik, Slamet menambahkan, perlengkapan yang dimiliki BPBD, antara lain tiga perahu karet, lima gergaji mesin untuk memotong pohon, gergaji beton dan besi, serta jembatan darurat sepanjang enam meter dan lebar tiga meter. Jembatan portable digunakan bila terjadi jalan putus. “Kami juga banyak dibantu relawan bencana alam yang tersebar di Kabupaten Kendal dan mereka siap membantu bila terjadi musibah sewaktu-waktu,” imbuhnhya. (nur).

Facebook Comments