Radar Kajen

Penyedia Jasa Harus Tepat waktu dan Mutu

KAJEN – Gapensi merupakan salah satu asosiasi profesi yang paling mapan di Indonesia. Kredibilitas Gapensi sudah diakui baik di tingkat kabupaten/kota, provinsi, maupun nasional. Meski begitu, para pengusaha konstruksi diminta tetap memiliki ketepatan waktu dan ketepatan mutu dalam melaksanakan setiap programnya.

Penyedia Jasa Harus Tepat waktu dan Mutu
MUSCAB – Bupati Pekalongan Asip Kholbihi turut hadir dan membuka Muscab IX/2019 Gapensi Kabupaten Pekalongan di Hotel Pesonna Pekalongan, Rabu (16/1). FAKHRUN NISA

“Penyedia jasa harus memiliki ketepatan waktu dan ketepatan mutu. Kita menjunjung asas profesionalitas, mampu menguasai aturan, maka jaminan eksistensi dan keberlangsungan Gapensi dapat berjalan dengan baik,” ujar Bupati Pekalongan, Asip Kholbihi ketika membuka kegiatan Muscab ke IX BPC Gapensi diselenggarakan di Hotel Pesonna Pekalongan pada Rabu (16/1).

Bupati menyebutkan, pelaporan elektronik yang kini diterapkan menjadi salah satu tantangan bagi para pengusaha untuk transparansi. Ia juga menyebutkan bahwa para pengusaha jasa konstruksi harus menyiapkan diri untuk belanja modal pada tahun 2019. Sebagai leading sector dari asosiasi jasa konstruksi, Bupati mengusulkan ada pertemuan dengan Gapensi untuk mendiskusikan tentang regulasi baru yang harus dipakai.

“Monggo disiapkan dengan baik sekali, sehingga pekerjaan-pekerjaan kita pada tahun 2019 ini tidak usah dikhawatirkan. Target kita masih sangat banyak, kemudian belanja modal kita angkanya masih lumayan, hampir Rp 500 Miliar, atau tepatnya Rp 494,051 Miliar belanja modal pada tahun 2019,” tandasnya.

Masa jabatan Badan Pimpinan Cabang (BPC) Kabupaten Pekalongan priode 2013-2018 sendiri telah habis. Oleh karena itu, BPC Gapensi Kabupaten Pekalongan menggelar kegiatan Musyawarah Cabang (Muscab) ke IX tahun 2019 untuk memilih ketua yang baru serta menyusun program kerja untuk lima tahun mendatang. Kegiatan Muscab ke IX BPC Gapensi diselenggarakan di Hotel Pesonna Pekalongan pada Rabu (16/1).

Kegiatan tersebut turut dihadiri oleh Bupati Pekalongan, Ketua DPRD dan unsur Forkopimda, Ketua dan Pengurus Badan Pimpinan Daerah (BPD) Gapensi Jawa Tengah, Ketua Gapensi se Karesidenan Pekalongan, serta Pengurus dan Anggota BPC Gapensi Kabupaten Pekalongan. Hingga 2018, tercatat ada sekitar 60 anggota BPC Gapensi Kabupaten Pekalongan yang aktif.

“Muscab adalah kegiatan yang diselenggarakan lima tahun sekali. Disamping melakukan evaluasi program yang telah berjalan, kita juga akan menyusun program untuk lima tahun ke depan. Paling penting adalah menyusun kepengurusan untuk masa bakti lima tahun mendatang,” ujar Ketua Umum BPD Gapensi Jawa Tengah, Mulyono Hadipranoto.

Ia juga meminta para pengurus yang terpilih nanti untuk menyusun program kerja yang selaras dengan cita-cita bersama dan menciptakan sinergitas antara pengurus baru dengan yang lama. Hal tersebut sesuai dengan tema Muscab ke IX yaitu “Memperkuat Konsolidasi untuk Menjaga Jati Diri Organisasi, Menjadi Mitra Baik dalam Membangun Infrastruktur Daerah”. (run)

Facebook Comments