Radar Kajen

Bupati Pekalongan Hibahkan Tanah, Gubernur Jateng Bangun Rumah

Untuk Pasangan Warsono dan Barkah

Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, Rabu (16/1), mengunjungi Warsono (90) dan Barkah (89), sepasang lansia di RT 3 RW 1 Dukuh Kebah Nongko, Desa Pantianom, Kecamatan Bojong, Kabupaten Pekalongan. Pasangan lansia tersebut tidak memiliki rumah. Keduanya selama ini tinggal di sebuah gubuk yang berdiri di atas tanah milik desa setempat.

Melihat kondisi memprihatinkan sepasang manula tersebut, Ganjar berencana akan membangunkan rumah. Sedangkan untuk tanah akan dibelikan oleh Bupati Pekalongan Asip Kholbihi.

Dalam kunjungannya itu, Ganjar Pranowo didampingi Bupati Pekalongan Asip Kholbihi, Wakil Bupati Pekalongan, Arini Harimurti, Sekda dan sejumlah Kepala OPD. Selain berdialog, Ganjar Pranowo juga memberikan bantuan secara tunai dan sembako bagi pasangan Warsono dan Barkah.

Ganjar menyampaikan kunjungannya tersebut merupakan tindak lanjut adanya laporan warga yang tidak memiliki rumah. Namun dalam kunjungannya cukup senang karena kerja sama dengan Pemda, sampai Desa luar biasa. Jadi responnya sangat cepat baik Kades bahkan Bupati.

“Kita senang, sebenarnya cinta semacam ini masih ada di tempat lain yang penting adalah masyarakat bisa membantu yang seperti ini. Masyarakat yang penting pertama menginformasikan, kedua kita bertindak. Kita nggak bisa sakit-sakitan, tapi kalau kita bisa mencari mereka yang miskin yang butuh bantuan kita bisa bertindak cepat,” terangnya.

KUNJUNGI – Gubernur Jateng Ganjar Pranowo didampingi Bupati Pekalongan Asip Kholbihi saat mengunjungi Warsono dan Barkah, sepasang lansia di Kecamatan Bojong tidak memiliki rumah, Rabu (16/1). TRIYONO

Untuk dana pembangunan rumah, lanjut Ganjar, bisa bersumber dari APBD, kalau tidak dari CSR. Namun yang penting sebenarnya bantuan dari masyarakat. “Saya mau bantu-bantu ingin mencarikan lahan, tempat nanti kita juga siap membantu membangun. Maksud saya yang seperti ini diburu, harus diburu. Kenapa kita memburu, karena kita mesti bereskan kalau data sudah punya berapa, maka selalu berusaha kita akan program terus-menerus. Cuman yang butuh tindakan cepat harus kita lakukan tindakan yang juga cepat,” lanjutnya.

Sementara Bupati Pekalongan Asip Kholbihi, memastikan tanah yang ditempati oleh pasangan lanjut usia Warsono dan Barkah di Desa Pantianom Kecamatan Bojong segera diubah menjadi hak milik.

Permasalahan yang dihadapi untuk membangun rumah layak huni bagi pasangan suami istri tersebut, kata Bupati, adalah status kepemilikan tanah. “Tidak jarang warga kurang mampu membangun rumah di atas tanah desa seperi Warsono dan istrinya. Untuk itu, kami akan hibahkan tanah tersebut agar berstatus hak milik, supaya bisa dibangun menjadi tempat tinggal yang lebih baik,” tuturnya.

Hal itu sebagai program afirmasi dari pemerintah daerah untuk masyarakat kurang mampu seperti keluarga Warsono. “Pembangunan rumah keluarga Warsono nantinya akan dilakukan secara swadaya, baik dari Baznas, Pemda maupun CSR,” imbuhnya.

Untuk mengurangi angka kemiskinan pihaknya terus melakukan pemetaan dan memberi bantuan. “Karena penurunan angka kemiskinan harus dikaji secara komprehensif, selain itu harus dilakukan secara cepat. Beberapa pembangunan terkait kasus semacam keluarga Warsono sudah kami lakukan, seperti rumah keluarga Dasirin di Kecamatan Talun dan korban kebakaran di Kecamatan Lebakbarang,” tambahnya.

Kemiskinan yang dialami keluarga Warsono, merupakan kemiskinan khusus karena Warsono dan Barkah tidak mempunyai tempat tinggal dan menempati tanah desa.

“Kemiskinan seperi yang dialami Warsono tidak bisa diatasi dengan program-program pemerintah seperti Kajen Sehat ataupun bantuan pangan, maka dari itu butuh yang namanya hibah tanah dan kami akan segera mengurusnya, karena kami telah membentuk tim khusus untuk mengatasi permasalahan tersebut, yang akan menjalankan program pengentasan kemiskinan yang lebih komprehensif.” (yon)

Facebook Comments