Radar Kajen

Para Syaikh Timur Tengah Terpukau dengan Eksotisme Alam Pagilaran

Tiga ulama Timur Tengah, yakni Syaikh Adnan Al-Afyouni (Mufti Damaskus), Syaikh Aun Qoddumi (Jordania) dan Syaikh Riyad Bazo (Lebanon), mengunjungi Batang dan Pekalongan dalam rangka mempersiapkan Konferensi Internasional Sufi yang digagas Maulana Habib Lutfi bin Yahya, Maret mendatang. Saat di Batang, para syaikh terkemuka itu dibuat kagum dengan eksotisme alam Pagilaran. Seperti apa? Akhmad Saefudin, Batang

Para Syaikh Timur Tengah Terpukau dengan Eksotisme Alam Pagilaran
SEJUK – Didampingi Pimpinan PM Tazakka, Gus Anizar Masyhadi, tiga ulama Timur Tengah menikmati sajian makan siap di sekliling hamparan perkebunan teh Pagilaran yang eksotis. DOK ISTIMEWA

Di Kabupaten Batang, ketiga masyaikh menyambangi Pondok Modern (PM) Tazakka Bandar, Senin (14/1). Namun sebelumnya, mereka dijamu dijamu makan siang sop ikan kakap oleh Tazakka di vila Pak Reza di Pagilaran.

Di atas ketinggian dengan udara yang sangat sejuk dan bersih serta pemandangan yang indah tersebut, para masyaikh menikmati hidangan sop ikan kakap dan sea food yang disiapkan oleh Tazakka.

Ulama terkemuka dari Amman Jordania, Syaikh Aun Qoddumi dan Riyad Bazo yang baru pertama kali ke Pagilaran, sangat terkagum dengan keindahan alam yang sangat natural, suara burung yang berseliweran dan keheningan alamnya serta kabut yang seakan akan beliau berada di atas awan.

Tiba di Tazakka, para Ulama Timur Tengah disambut oleh Pimpinan, guru, dan seluruh santri. Dalam tausiahnya di Masjid Az-Zaky, Mufti Damaskus menekankan pada dua hal, yakni Hadaf yang berarti target capaian, dan Himmah, yaitu kemauan yang kuat untuk mencapai target.

Syaikh Adnan menambahkan pentingnya para santri belajar dengan benar, memahami pelajaran dengan baik. Karena para santri akan menjadi penentu masa depan negaranya, dan membawa umat ini di masa yang akan datang.

Mufti Damaskus menambahkan bahwa kunci utama kesuksesan di atas hadaf dan himmah adalah hubb, kecintaan. “Kalian harus cinta, baik cinta kepada ilmu, ulama dan juga gurumu,” jelasnya.

Syaikh Aun Qoddumi memberikan pesan kepada santri bahwa berdzikir akan membawa kemudahan dalam menuntut ilmu. Syaikh Aun juga menekankan agar sesama santri harus saling menolong dan membantu. Beliau bahkan memberikan dzikir khusus ba’da sholat agar selalu diberi kemudahan dan keberkahan.

Syaikh Riyad Bazo memberikan motivasi kepada santri dan menegaskan bahwa santri penuntut ilmu pada hakikatnya sedang menuntut rahmat Allah. “Pencari Ilmu adalah pencari rahmat, surga, dan ingin bersama Rosulullah SAW dalam surga,” jelas Syaikh Riyad.

Sholat maghrib juga menjadi sangat spesial bagi seluruh santri dan guru, karena imam sholat adalah sang Mufti Damaskus yang suara lantunan ayat-ayat suci Al-Qurannya sangat menyentuh hati.

Mufti Damaskus, Syaikh Dr Adnan Al-Afyouni, Syaikh Aun Qoddumi, dan Syaikh Riyad Bazo sedang berada di Pekalongan dalam rangka merumuskan persiapan Konferensi Internasional Sufi yang akan digelar pada pertengahan Maret mendatang. Konferensi tersebut digagas langsung oleh Maulana Habib Lutfi bin Yahya. (*)

Facebook Comments