Radar Batang

Kapolda Jateng : Tabligh Akbar Ya Mengajak Masyarakat Menuju Kebaikan

Kapolda Jateng berfoto bersama para ulama, Kepala Staf Kodam, Bupati, Kapolres disela-sela kegiatan. (Dok istimewa)

BATANG – Kapolda Jawa Tengah Irjen Pol Condro Kirono disambutan ribuan santri dari berbagai organisasi kemasyarakat yang memadati Tabliqh Akbar di Kabupaten Batang.

Kegiatan yang berlangsung di Ponpes Darul Ulum Desa Tragung Kecamatan Kandeman, Selasa (15/1), juga dihadiri oleh Kepala Staf Kodam IV Diponegoro Brigjen TNI Teguh Puji Angkasa, Bupati Batang Wihaji, Kapolres Batang AKBP Edi Suranta Sinulingga, Dandim 0736 Batang Letkol Kav. Henry RJ Napitupulu. Ketua MUI Kabupaten Batang KH Zainul Iroqhi dan Ketua Ormas Islam dan Organisasi Masyarakat.

Kapolda Jateng Irjen Pol. Condro Kirono mengatakan, dirinya merasakan kebanggaanyang yang luar biasa bisa, bisa diundang dan bersilaturmai dalam tablik akbar yang lengkap di hadiri oleh Tokoh Agama dan Ormas se Kabupaten Batang.

“Tablik Akbar yo seperti ini, berdzikir dan berdoa serta mendengarkan maydho khasanah yang mengajak masyarakat untuk menuju kebaikan,” kata

Kapolda menegaskan, rumah besar kita itu terbentang dari sabang sampai Merauke yang terbingkai dalam Negara Kestuan Republik Indonesia. “Kita harus jaga bersama rumah besar kita, yang terdiri berbagai suku, agama dan etnis,” tegasnya.

Lebih lanjut ditegaskan, kebersamaan yang ada harus dijaga. Jangan ada perpecahan walapun ada pesta demokrasi, dan kita juga harus banyak bersyukur karena kita bebas dan lancar dalam menjalankan ibadahnya,”jelas Kapolda Irjen Pol Condro Kirono.

Bupati Batang Wihaji mengatakan, 248 desa dan kelurahan dengan jumlah penduduk 800 ribu yang masuk dalam wilayah kabupaten Batang saat ini dalam kondusi yang kondusif. Masyarakatnya juga guyub rukun.

“Kita sudah biasa saling mendoakan agar Kabupaten Batang tetap kondusif. Dan dengan kehadiran Kapolda akan menambah kedamaian dan keberkahan Kabupaten Batang,” kata Wihaji.

Semenyara Ketua MUI kabupaten Batang KH. Zainul Iroqhi selaku Pimpinan Ponpes Darul Ulum mengatakan, popularitas dan kesuksesan penyelenggaraan acara tersebut tidak lepas dari orang- yang tidak nampak, yaitu Kapolres Batang.

“Ibarat HP, dalam kegiatan ini hanya kasingnya saja yang nampak. Namun Sim Card dan pulsanya tidak nampak, dan itu adalah Kapolres Batang, Intensitas kordinasi terus terjalin untuk terus menjaga kondisivitas wilayah,” kata KH. Zainul Iroqhi.

Agama menjadi pondasi sedangkan pemerintah atau umaroh, TNI Dan Polri pengawal dan penjaganya. Jika negara tanpa pondasi akan roboh. Tanpa pengawalan TNI dan Polri, maka akan tersia-siakan.

“Ulama dan umaroh merupakan saudara kembar, oleh karena itu kebersamaanya harus tetap terjalin demi kemajuan Bangsa Indonesia agar tidak terpecah belah,” jelas KH. Zainul Iroqhi.

Dalam kesempatan tersrbut juga Kapolda Jateng Irjen Pol. Condro Kirono menyerahkan Al Quraan sebanyak 202 buah dan empat set peralatan olahraga dan talikasih kepada ulama.

Ustadz Sam’ani yang dalam maydho Khasanahnya mengatakan, Patriotisme dan cinta tanah air harus ada dalam bingkai persatuan dan kesatuan. Kerukunan harus terus terjalin diantara internal satu agama, antar umat beragama dan kerukunan umat beraga dengan pemerintah yang harus terus jaga. (rls/red)

Facebook Comments