Radar Kendal

Enam Pelaku Begal Sadis Dibekuk, Tiga Tersangka masih di Bawah Umur

KENDAL – Enam pelaku begal sadis yang kerap meresahkan masyarakat berhasil dibekuk jajaran Satreskrim Polres Kendal, baru-baru ini. Dalam menjalankan aksinya, pelaku tak segan-segan melukai korbannya dengan menggunakan senjata tajam (Sajam). Polisi mengamankan sejumlah barang bukti, antara lain samurai sepanjang 80 sentimeter, sepeda motor Honda Beat, kardus ponsel, dan jaket abu-abu milik korban.

KASUS BEGAL- Polres Kendal gelar perkara dengan kasus enam pelaku begal yang dalam aksinya tak segan melukai korbannya. NUR KHOLID MS

Enam pelaku begal itu berasal dari dua kasus pembegalan yang berbeda. Lima pelaku beraksi di RTH Kalireyeng, Kelurahan Kebondalem, Kecamatan Kota Kendal, yakni Muhamad Ali (19) warga Desa Wonosari, Kecamatan Pegandon, Andik Kurniawan (21) warga Desa Sabetan, Kecamatan Kaliwungu. Sedangkan tiga di antara masih di bawah umur, yaitu ARM warga Kelurahan Sijeruk, Kecamatan Kota Kendal, MFA warga Desa Jambiarum, Kecamatn Patebon, dan AZ warga Kelurahan Karangsari, Kecamatan Kota Kendal.

Kapolres Kendal, AKBP Hamka Mappaita mengatakan, modus tersangka dengan menghentikan korban dan mengancamnya menggunakan samurai. Korban yang melawan disabet tersangka menggunakan samurai. “Dalam aksinya, pelaku ini cukup sadis, tidak segan melukai korban jika berani melawan,” katanya dalam gelar perkara di Mapolres Kendal, Senin (14/1).

Selain lima kawanan tersebut, polisi juga menangkap pelaku begal lain yang beraksi di Kelurahan Bugangin, Kendal. Tersangka bernama Rifqi Choirul Hamam alias Cemo. Sama dengan lima tersangka, Choirul juga tidak segan melukai korbannya jika melawan. Polisi bahkan sampai harus melepaskan timah panas yang menembus betis kaki kirinya, karena tersangka berusaha kabur sewaktu hendak ditangkap.

Dari tangan tersangka, petugas mengamankan Yamaha Jupiter Z warna biru H-3290-BY milik korban yang bernama Muslimin warga Kota Semarang. “Saat beraksi, Cemo ini mengancam menggunakan senjata tajam belati dan tidak segan melukai korbannya jika berani melawan. Tersangka residivis dan pernah masuk penjara sebanyak dua kali,” terang Hamka.

Rifki mengaku, dalam aksinya ia bekerja sama dengan David Candra Darmawan. Namun, David sudah tertangkap sebelumnya. Dirinya menyatakan sudah tiga kali melakukan pembegalan dengan sasarannya orang yang naik sepeda motor sendirian di malam hari. “Yakni dengan memepet korban dan mengancamnya menggunakan senjata tajam. Motor hasil rampasan dijual dan hasilnya saya bagi dua dengan David,’’ tutur dia.

Akibat perbuatanya, tiga tersangka dijerat dengan Pasal 365 KUHP dengan ancaman maksimal 12 tahun penjara. Sementara tiga tersangka di bawah umur dikenakan UU Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perubahan Atas UU Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak. (nur)

Facebook Comments