Politik

TKN: Kata Dai Aceh, Kalau Tak Bisa Baca Al-Fatihah Berarti Tidak Shalat

‎Ketua Dewan Ikatan Dai Aceh, Tgk Marsyuddin Ishak mengatakan, tes baca Alquran ini sebagai upaya untuk meredam politik identitas. (Gunawan Wibisono/JawaPos.com)

PASANGAN Jokowi-Ma’ruf Amin menyanggupi tes baca Alquran yang diinisiasi oleh Ikatan Dai Aceh. ‎Ketua Dewan Ikatan Dai Aceh, Tgk Marsyuddin Ishak mengatakan, tes baca Alquran ini sebagai upaya untuk meredam politik identitas. Dia mengatakan, di media sosial banyak pihak yang saling mengkafirkan satu sama lain.

“Kami melihat ukhuwah Islamiyyah sudah bobrok di lapangan. Sering mengkafirkan, bahkan ada statement akan masuk surga jika memilih calon tertentu,” ujar Marsyuddin‎ di Posko Cemara, Jakarta, Senin (14/1).

Oleh sebab itu, Ikatan Dai Aceh menilai untuk mengakhiri adanya politik identitas, maka perlu bagi pasangan capres dan cawapres mengikuti tes baca Alquran. “(Informasi) Ini membuat masyarakat kebingungan. Karena itu semua, maka muncul (ide) kami tes uji baca Alquran saja,” katanya.

‎Terpisah Anggota Tim Kampanye Jokowi-Ma’ruf Amin, ‎Zuhairi Misrawi mengatakan nantinya pasangan capres dan cawapres nomor urut 01 ini bakal membaca surat-surat pendek. Termasuk dengan Surat Al-Fatihah.

“‎Teman-teman dari Ikatan Dai Aceh mengatakan kalau tidak bisa baca Al-Fatihah berarti tidak salat. Kemudian ada ujian baca surat-surat pendek biasanya itu juz 30 atau dikenal dengan Juz Ama,” katanya.

Nantinya, kata Zuhairi‎, Jokowi-Ma’ruf Amin bakal mengunjungi Aceh untuk melakukan tes baca Alquran. Keinginan ikut tes itu sebagai upaya menghormati kearifan lokal masyarakat Aceh.

“Ini bagian upaya kami untuk menghormati kearifan lokal warga Aceh yang lazim bagi para calon pemimpin mereka baik di tingkat provinsi, kabupaten dan kota,” pungkasnya. (jawapos)

Facebook Comments