Radar Jateng

Kawanan Pemeras Ini Jerat Korbannya Dengan Perempuan Cantik

WONOSOBO– Jajaran Kepolisian Resort Wonosobo mengamankan 5 pelaku sindikat pencurian dengan kekerasan, satu diantaranya seorang perempuan muda. Pelaku bersama sejumlah barang bukti saat ini diamankan di mapolres wonosobo untuk penyelidikan lebih lanjut.

Kawanan Pemeras Ini Jerat Korbannya Dengan Perempuan Cantik
Polres wonosobo gelar kasus sindikat tindak pencurian dengan kekerasan di mapolres kemarin Magelang Ekspres

Lima tersangka tindak pencurian dan kekerasan tersebut diantaranya Riz alias Engki ( 19) asal Kampung Sidodadi Sapuran, Fit alias Yani (19) asal Desa Maron Garung, AS (26) Bowongso Kalikajar, Rizal alias Sigron (23) Kampung dan Jun alias Junet (36) Desa Sendangsari Garung.

“Dari tindak kejahatan yang dilakukan oleh para pelaku, setidaknya ada enam korban yang berhasil diperdaya, dilukai dengan senjata tajam, lalu barang miliknya diambil,” ungkap Kasatreskirm Polres Wonosobo AKP Heriyanto kemarin.

Menurutnya, enam korban tersebut semua berasal dari Kecamatan Sapuran. Modus operandi yang dilakukan oleh para pelaku dengan memanfaatkan saksi Sella dan tersangka Fit untuk memancing para korban kemudian mengikuti para korban.

“Jadi korban dipancing oleh tersangka Fit, tempatnya sudah ditentukan, lalu salah satu pelaku berpura-pura sebagai adik tersangka. Selanjutnya para tersangka melakukan kekerasan dengan cara memukul, menendang dan menggunakan gunting untuk menusuk lengan kiri korban, kemudian mengambil HP serta sepeda motor milik para korban,” terangnya.

Untuk kasus yang berhasil di ungkap di Kecamatan Sapuran, para pelaku atau tersangka bersandiwara di depan para korban, bahwa mereka tidak terima jika adiknya, yang diperanankan oleh tersangkat Fit dibawa untuk diajak menonton tari lengger.

“Para pelaku berpura-pura marah-marah kepada korban karena telah membawa adiknya, belum sempat menjawab, tiba-tiba para pelaku langusng melakukan tindakan kekerasan menendang dan mengancam,” terangnya.

Untuk meredam situasi, salah satu tersangka kemudian menawarkan perdamaian dengan syarat para korban menyerahkan sejumlah uang. Namun karena para korban tidak memiliki uang sesuai permintaan para tersangka atau pelaku, akhirnya sepeda motor dan HP milik korban diambil paksa oleh para tersangka.

“Para tersangka melanggar Pasal 365 ayat (1), ayat (2) ke 1 dan ke 2 KUH Pidana tentang tindak pidana pencurian dan kekerasan dengan ancaman hukuman maksimal 20 tahun penjara,” katanya.

Selain mengamankan tersangka, polisi juga mengamankan barang bukti tidank kejahatan, meliputi satu unit HP merk Nokia warna hitam kombinasi merah, satu buah jaket bahan parasut warna biru tua merk BOSS dengan sobek bekas tusukan di bagian lengan sebelah kiri. Satu nit sepeda motor merk Yamaha Vixion, tanpa nopol warna merah dan satu buah dus kemasan handphone merk VIVO beserta 1 buah buku panduan. (gus)

Facebook Comments