Radar Kajen

Ingat, Pembangunan Industri Harus Berorientasi SDM Lokal

*) Tetap Mengacu Pada RTRW

KAJEN – Wacana Pembangunan industri di Kabupaten Pekalongan tahun 2018 – 2038 diminta untuk berorientasi pada potensi Sumber Daya Manusia. Hal itu disampaikan fraksi Partai Amanat Nasional dalam Raperda Tentang Renvana Pembangunan Industri Kabupaten Pekalongan di rapat paripurna kemarin.

Fraksi PAN DPRD Kabupaten Pekalongan diketuai oleh H Sofwan Sumadi dan sekretaris Abdul Haris menyampaikan apresiasi terhadap kebijakan-kebijakan pembangunan industri yang berdasarkan pada kekhasan Kota Santri dengan menggunakan potensi Sumber daya manusia. Kemudian berorientasi pada kelembagaan dan sumber daya fisik secara lokal.

“Orientasi ini mengarahkan kita kepada pengambilan inisiatif-inisiatif dalam proses pembangunan untuk menciptakan kesempatan kerja baru dan merangsang kegiatan ekonomi. Sehingga mampu mengurangi disparsi atau ketimpangan pembangunan antara daerah dan sub daerah kemudian antar masyarakat. Untuk itu diperlukan pendalaman struktural industri yang diarahkan melalui hilirisasi, ” terangnya.

Selain itu orientasi SDM industri melalui pendidikan dan pelatihan vokasi, penguasaan teknologi dengan menggiatkan riset dan pengembangan.

Menurut Sofwan Sumadi, Raperda ini juga menjadi jaminan kepastian hukum bagi investor dan menciptakan iklim investasi yang kondusif serta dapat memayungi industri yang beru berjalan maupun yang selama ini berkembanh di Kabupaten Pekalongan.

Sementara Fraksi Merah Putih DPRD Kabupaten Pekalongan, Catur Andriansah mengatakan, diketahui bersama bahwa pembangunan industri ini ditujukan untuk memperluas lapangan kerja, meratakan kesempatan berusaha meningkatkan ekspor, menghemat devisa dan menunjang pembangunan daerah. Kemudian memanfaatkan SDA dan energi serta sumberdaya manusia.

“Sebab Indonesia memiliki keragaam sektor usaha industri dengan persebaran mulai dari sabang hingga merauke, sehingga industri patut dikembangkan untuk pertumbuhan ekonomi nasional. Sebagai amanat UU no 3 tahun 2014 tentang perindustrian, pembangunan industri daerah ini dipahami nantin6a amencakup sasaran pembangunan industri, pembangunan sumber daya industri, pemberdayaan industri, perwilayahan industri serta sarana dan prasarana industri,” terangnya.

Menurutnya, Rencana Induk Pembangunan Industri Nasional (RIPIN) yang menjadi bagian dari rencana pembangunan nasional sampai 20 tahun ke depan. Karena ini memiliki tujuan untuk mewujudkan industri nasional sebagai pilar dan penggerak perekonomian nasional untuk bisa menuju pada tujuan tersebut maka peran daerah sangat dibutuhkan.

“Sehingga kebijakan daerah tentang rencana pembangunan industri daerah yang dituangkan ke dalam bentuk peraturan daerah ini dapat kita pahami sebagai bentuk dari peran penting daerah untuk akselerasi. Tujuan pembangunan nasional tersebut fraksi merah putih berharap agar rencana pembangunan industri Kabupaten Pekalongan ini memiliki lingkup yang jelas yakni rencana pembangunan industri yang tentunya akan memiliki kawasan untuk peruntukan industri maka pada pengembangan kawasannya nanti dilakukan dengan tetap harus mengacu pada RTRW Kabupaten Pekalongan,” harapnya.(yon)

Facebook Comments