Radar Pendidikan

Batang Masih Butuh SLB Lagi

BATANG – Kabupaten Batang hingga saat ini hanya memiliki satu Sekolah Luar Biasa (SLB) yang ada di Jalan Pemuda Kecamatan Batang. Jumlah ini tentunya tidak sebanding dengan jumlah penyandang disabilitas di Batang yang diperkirakan mencapai hampir 1.000. Oleh karenanya, anggota Komisi C DPRD Kabupaten Batang, Taufik Ikhsanudin berharap Pemkab Batang dapat menambah fasilitas sekolah untuk penyandang disabilitas.

Batang Masih Butuh SLB Lagi
DISKUSI – Pemkab Batang saat menggelar kegiatan FGD untuk peningkatan IPM Batang beberapa waktu lalu. NOVIA ROCHMAWATI

“Ada satu aspirasi masyarakat yakni tentang permintaan pembangunan SLB. Saya sangat kasihan dengan kaum disabelitas yang di Kabupaten Batang pendidikan sekolah hanya ada di Kabupaten Batang. Padahal jumlahnya hampir 1.000. Dan jumlah itu tersebar di berbagai kecamatan yang ada di Batang,” terangnya.

Menurutnya beberapa dari mereka harus berjuang sangat keras lantaran datang dari daerah yang jauh dari Kecamatan Batang. Padahal belum tentu mereka datang dari keluarga yang mampu. Sehingga ia berharap adanya satu SLB lagi yang dapat menjadi fasilitas bagi penyandang disabilitas khususnya di daerah timur Batang.

“Oleh karena itu, saya minta wilayah timur Batang tepatnya di Limpung bisa berdiri sekolah luar biasa atau sekolah disabilitas, untuk mengcover disabelitas dari Bawang, Gringsing, Tersono, Banyuputih, Reban dan Subah,” pintanya.

Menurutnya dengan pemenuhan ini, bisa menjadi jalan bagi Batang untuk meningkatkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM). Sehingga tak hanya anak normal saja yang bisa mengenyam bangku pendidikan. Tetapi juga kaum disabilitas.

“Ada banyak sekolah yang siswanya sedikit, itu bisa dimerger, sehingga gedungnya bisa dipakai untuk sekolah luar biasa untuk disabelitas. Kami sering ketemu dengan sahabat disabilitas, dan mereka sangat menginginkan pendidikan, karena rata-rata mereka tidak mengenyam pendidikan,” tandas Taufik.

Sementara itu, Wakil Bupati Batang, Suyono juga sependapat. Namun pihaknya saat ini tengah mengkaji usulan tersebut. Sebelumnya Suyono juga sudah sempat mengunjungi SLB Negeri Batang. Dan melihat memang kondisinya belum layak untuk standar pendidikan penyandang disabilitas.

“Beberapa waktu lalu saya sudah sempat mengunjungi SLB Negeri Batang. Bahkan di sana kondisinya belum bisa sibilang baik. Tapi semangat para guru dan siswanya sangat luar biasa. Ini yang menjadikan kami ingin berkomitmen membantu mereka. Mereka yang tidak sempurna, sekolahnya belum bisa dikatakan layak tapi bisa berprestasi dan punya bakat. Kami akan berusaha mengupayakan yang terbaik,” tandasnya. (nov)

Facebook Comments