Radar Kajen

Sediakan Kamar Mesum, Warung Ini Digerebek dan Remaja 19 Tahun Ikut Diamankan

KESESI – Sebuah warung di Desa Krandon, Kecamatan Kesesi, digerebek petugas gabungan Polsek Kesesi, Kamis (9/1), karena menyedikan kamar untuk mesum. Alhasil, petugas berhasil mengamankan seorang perempuan berinisial Ad (19) lantaran tidak membawa identitas.

Sediakan Kamar Mesum, Warung Ini Digerebek dan Remaja 19 Tahun Ikut Diamankan
PEMBINAAN – Kapolsek Kesesi, AKP Priya bersama sejumlah anggota tengah melakukan pembinaan kepada seorang gadis berusia 19 tahun di sebuah warung yang menyediakan kamar. TRIYONO

Data diketahui, penggerebakan dilakukan karena Polsek Kesesi banyak menerima aduan bahwa warung yang dikenal dengan ‘Warung Simu’ menyewakan sebuah kamar mesum berukuran 2×1,5 meter. Untuk menyewa, pemilik warung menarif Rp 30 ribu per short time.

Berbekal aduan masyarakat tersebut, anggota dari Satuan Intel, Reskrim, Binmas dipimpin langsung oleh Kapolsek Kesesi AKP Priya sekira pukul 09.00 wib menggerebek Warung Simu di Dukuh Gembiro, Desa Krandon, Kecamatan Kesesi.

Anggota yang tiba di lokasi ternyata mendapati sebuah ruangan yang sudah dipetak-petak untuk disewakan. Tak hanya itu saja, anggota juga mendapati seorang remaja yang masih berusia belasan berada di lokasi.

Namun remaja tersebut ketika diminta untuk menunjukan kartu identitas tidak membawa, hingga terpaksa anggota membawa remaja tersebut ke Polsek Kesesi untuk dilakukan pembinaan. Selain itu, pemilik warung juga diminta tidak menyediakan atau menyewakan kamar.

Kasubbag Humas Polres Pekalongan Iptu Akrom ketika dikonfirmasi membenarkan bahwa anggota Polsek Kesesi telah melakukan Patroli Kegiatan Kepolisian Yang Ditingkatkan ( KKYD).

Menurutnya, penggerebekan dilakukan karena polisi mendapat informasi ada warung makanan kecil menyediakan kamar-kamar, kemudian pasangan datang hadir sendiri di lokasi.

“Saat melakukan patroli didapatkan seorang perempuan yang berada dikamar bekerja sebagai panggilan. Pada saat di TKP perempuan tersebut tidak bisa menunjukkan KTP. Kemudian perempuan dibawa ke Polsek Kesesi guna dilakukan pemeriksaan pembinaan berikut mengamankan sepeda motor,” terangnya.

Selanjutnya, kata Kasubbag Humas, anggota Polsek Kesesi bersama pemerintah desa memberikan penyuluhan dan pembinaan kepada pemilik warung untuk tidak menyewakan kamar untuk berbuat mesum. Petugas mempersilahkan untuk berjualan makanan saja tetapi tidak menyewakan kamar dengan dibuktikan membuat surat pernyataan.

“Sedangkan orang tua remaja yang dibawa ke Polsek Kesesi, orang tua dan kepada desa kita panggil untuk selanjutnya diserahkan ke pihak keluarga. Dari keterangan orang tua ternyata anak perempuanya diketahui sudah 15 hari tidak pulang,” terangnya.

Kasubbag Humas mengimbau kepada masyarakat agar berjualan atau membuka warung sewajarnya. Jangan menyedikan tempat atau kamar, karena hal tersebut bisa menimbulkan gangguan Kamtibmas. (yon)

Facebook Comments