Metro Pekalongan

Masyarakat Diimbau Sadar Pemutakhiran Data Kependudukan

KOTA – Pemkot Pekalongan melalui Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dindukcapil) terus melakukan upaya sosialisasi terkait pentingnya kesadaran akan tertib administrasi kependudukan bagi masyarakat.

Kepala Dindukcapil Kota Pekalongan Kustiati Sri Mulyani menjelaskan bahwa Pemerintah melalui Dirjen Dukcapil Kemendagri juga tengah menggencarkan Gerakan Indonesia Sadar Administrasi Kependudukan (GISA). GISA ini meliputi empat program pokok penting: sadar kepemilikan dokumen kependudukan; sadar pemutakhiran data kependudukan, sadar pemanfaatan data kependudukan; serta sadar melayani administrasi kependudukan menuju masyarakat yang bahagia.

“Harapannya dengan adanya GISA ini masyarakat sadar akan pentingnya dokumen kependudukan dan adminduk (administrasi kependudukan), mempunyai dokumen kependudukan yang lengkap dan dimutakhirkan,” ungkapnya, kemarin.

Demi tertib administrasi kependudukan, pihaknya mengimbau masyarakat yang sudah Wajib KTP untuk melakukan perekaman KTP elektronik serta memutakhirkan data kependudukan. “Masyarakat diimbau untuk sadar pemutakhiran data kependudukan,” tuturnya.

Pihaknya mengakui, saat ini masih banyak masyarakat yang belum memperhatikan pemutakhiran data. Apalagi pemutakhiran data yang menyangkut peristiwa-peristiwa penting.
“Contohnya di data Kartu Keluarga (KK), di situ ada tingkat pendidikan yang ternyata banyak yang tidak diperhatikan penduduk. Misalnya ada anggota keluarga yang di KK masih tertulis lulusan SD, padahal kondisi terbaru sebenarnya dia sudah lulus SLTA,” ungkapnya.

Begitu juga mengenai peristiwa kependudukan, misalnya pindah, datang, lahir, nikah, maupun meninggal dunia. “Semuanya harus segera dilaporkan sesuai perkembangan terbaru, sehingga datanya valid dan mutakhir,” sambungnya.

Tertib administrasi kependudukan, termasuk di dalamnya menyangkut pemutakhiran data kependudukan ini sangat penting. Terutama berkaitan dengan berbagai program kebijakan pemerintah, perencanaan pembangunan, dan banyak hal lainnya. “Semuanya didasarkan pada data kependudukan yang valid dan mutakhir,” imbuh dia. (way)

Facebook Comments