Radar Kajen

Jembatan Kaligenteng, Telah Biaya Rp6M dengan Konstruksi Menggunakan Balok Girder

Setelah melalui proses cukup panjang, Kamis (9/1), Jembatan Kaligenteng Desa/ Kecamatan Kandangserang yang baru akhirnya diresmikan. Seperti apa? Triyono, Kandangserang

AKHIRNYA Jembatan Kaligenteng Desa/ Kecamatan Kandangserang diresmikan. Jembatan menelan anggaran Rp 6 miliar dengan konstruksi menggunakan balok girder diresmikan oleh Bupati Pekalongan H Asip Kholbihi.

Jembatan Kaligenteng, Telah Biaya Rp6M dengan Konstruksi
POTONG PITA – Wakil Bupati Pekalongan Arini Harimurti didampingi Bupati Pekalongan Asip Kholbihi dan Forkompimda secara simbolis melakukan pemotongan pita dalam peresmian Jembatan Kaligenteng. TRIYONO

Peresmian Jembatan Kaligenteng yang merupakan akses utama penghubung 10 desa ke Kota Kandangserang dan Kajen itu ditandai dengan penandatanganan Prasasti oleh Bupati. Kemudian dilanjutkan dengan pengguntingan pita oleh Wakil Bupati Pekalongan Arini Harimurti.

Peresmian juga disaksikan oleh Ketua DPRD Hindun, Dandim 0710 Pekalongan Letkol Inf. Muhammad Ridha serta unsur Forkompinda lainnya. Tampak pula Sekda Mukaromah Syakoer beserta para Asisten, para Staf Ahli Bupati dan para Kepala OPD serta Camat se Kabupaten Pekalongan.

Bupati Pekalongan H Asip Kholbihi menyatakan bahwa akses jalan yang sudah dibangun dapat menurunkan angka kemiskinan. Sebab jembatan Kaligenteng merupakan akses utama bagi masyarakat Kandangserang.

“Sehingga dibukanya jembatan akan dapat menaikan pertumbuhan perekonomian, serta dapat menurunkan angka kemiskinan,” terangnya.

Selain Jembatan Kaligenteng, Asip menambahkan Jembatan Kalikeruh di Desa Luragung Kecamatan Kandangserang juga mengalami kerusakan. Namun tahun ini akan mulai dikerjakan perbaikannya.

“Jembatan Kalikeruh berada diperbatasan Kabupaten Pekalongan dan Kabupaten Pemalang, untuk pembangunannya kami sudah berkoordinasi bersama Gubernur Jateng. Sementara untuk pembangunan Jembatan Kaligenteng Rp 6 miliar,” tambahnya.

Sementara Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPU Taru) Kabupaten Pekalongan, Wahyu Kuncoro, menyampaikan, jembatan lama yang rubuh pada bulan Desember 2018 lalu merupakan jembatan yang dibangun pada 1973. Apabila dihitung jembatan lama sudah berumur 45 tahun.

“Jika jembatan lama menggunakan konstruksi rangka batang, jembatan yang baru diresmikan menggunakan konstruksi balok girder,” imbuhnya.

Sementara balok girder menurutnya, sebagai penyalur beban atas konstruksi untuk dikirimkan ke struktur pondasi jembatan. Dimana pemasangannya lebih praktis dan lebih kuat dari jembatan sebelumnya.

“Semoga dengan selesainya Jembatan Kaligenteng dapat mendukung mobilitas warga, dan kami berharap dengan adanya jembatan baru perekonomian warga meningkat. Karena sektor industri di Kecamatan Kandangserang yang mulai menunjukkan kemajuaanya,” imbuhnya.

Selain meresmikan Jembatan Kaligenteng, Bupati Pekalongan bersama Forkompimda juga langsung mencoba jembatan baru tersebut dengan membonceng seorang pengendara sepeda motor yang hendak melintas ke Kota Kajen. (*)

Facebook Comments