Metro Pekalongan

Bawaslu Soroti Jumlah Pemilih di TPS

KOTA – Bawaslu Kota Pekalongan menyoroti jumlah pemilih di setiap TPS di Kota Pekalongan yang sudah mencapai batas maksimal yakni 300 pemilih. Bawaslu mencatat, ada lima TPS yang mencapai jumlah batas maksimal pemilih yakni masing-masing di TPS 27 Pasirkraton Kramat, TPS 27 dan PS 28 Setono, TPS 18 Noyontaan dan TPS 15 Sokoduwet.

Komisioner Bawaslu Divisi Pengawasan, Nasron mengungkapkan, dalam penetapan Daftar Pemilih Hasil Perbaikan 2 (DPTHP2) terdapat penambahan 9.258 pemilih namun KPU Kota Pekalongan hanya menambah 1 TPS. Jumlah tambahan pemilih disebar di TPS yang sudah ada sehingga ada beberapa TPS gemuk.

“Dalam penetapan DPTHP2 lonjakan jumlah pemilih cukup banyak namun KPU hanya menambah 1 TPS. Itu membuat TPS di Kota Pekalongn gemuk atau jumlah pemilihnya sudah hampir mencapai jumlah maksimal,” kata Nasron.

Kondisi tersebut, lanjutnya, dikhawatirkan akan menambah waktu saat proses pungut hitung karena dengan 5 surat suara maka waktu pungut hitung bisa mencapai malam hari. “Dengan jumlah pemilih mencapai maksimal, belum ditambah jumlah pemilih tambahan atau pemilih khusus maka dikhawatirkan waktu pungut hitung akan lebih lama,” katanya.

Terpisah, Komisioner KPU Divisi Mutarlih, Mursyid Salimi saat dikonfirmasi menjelaskan bahwa KPU sudah memetakan bahwa jumlah pemilih di TPS ideal diperkirakan antara 250 hingga 270 pemilih. Namun berhubung ada penambahan jumlah pemilih, maka terjadi penambahan jumlah pemilih di setiap TPS.

“Karena penambahan jumlah pemilih, maka kami bagi pemilih ke semua TPS sehingga terjadi penambahan. Dampaknya memang ada beberapa TPS yang mendekati jumlah maksimal atau sudah menyentuh 300 pemilih. Kami hanya menambah 1 TPS karena kami memanfaatkan TPS yang sudah ada,” jelas Mursyid.

Mengenai kekhawatiran terhadap proses pungut hitung yang mencapai malam hari, dia menyatakan bahwa KPU akan melakukan bintek kepada KPPS jika sudah terbentuk. Bintek tersebut difokuskan untuk memperdalam proses penyelenggaraan pungut hitung sehingga KPPS bisa memaksimalkan waktu yang ada.

“Untuk estimasi waktu memang kami belum lakukan simulasi. Tapi kami memiliki estimasi waktu dengan mengacu pada penyelenggaraan Pemilu 2014 lalu dengan 4 surat suara. Pemilu 2019 memiliki 5 surat suara sehingga kami sudah estimasi waktunya dan akan melakukan pembekalan agar kinerja KPPS bisa lebih optimal,” tandasnya. (nul)

Facebook Comments