Radar Tegal

Tawuran, Pelajar Bawa Celurit Serang Sekolah Lain

Aksi brutal yang dilakukan oleh siswa SMK Dinamika Kota Tegal, tampaknya tidak mencerminkan sosok pelajar. Sebab, sekitar 50an anak yang bersekolah di Jalan Glatik 68 Randugunting Tegal Selatan, Kamis (10/1), sekitar pukul 12.00 WIB, tiba-tiba melakukan penyerangan terhadap siswa SMK DWP yang berada di Jalan Perintis Kemerdekaan 23, Panggung, Tegal Timur.

Aksi anak-anak Dinamika yang melakukan penyerangan itu sempat membuat warga yang tengah melintas ketakutan. Sebab, selain melempar batu, mereka juga membawa sejumlah senjata tajam (sajam). Antara lain, celurit, samurai, gir dan gergaji es. Sajam tersebut ditenteng untuk menakuti anak-anak DWP.

Pantauan Radar, puluhan anak-anak Dinamika menggeber-geberkan sepeda motor sembari berteriak. Mereka juga secara serentak melakukan pelemparan batu terhadap anak-anak DWP yang berada di lingkungan sekolah. Tak pelak, bangunan SMK DWP menjadi target timpukan batu.

Sementara, mendapat serangan dari anak-anak Dinamika yang beringas dan membawa senjata tajam, anak-anak DWP berusaha bertahan dan berlindung. Namun, sesekali pelajar DWP melakukan perlawanan dengan melempar balik dengan batu ke anak-anak Dinamika. Mendapat serangan balik, anak-anak Dinamika melarikan diri menuju ke arah kampung. Sementara, akibat kejadian tersebut, beberapa siswa SMK DWP sempat mengalami luka akibat terkena lemparan batu. Selain itu, ada pula korban yang dari dan SMK Muhamadyah Kota Tegal.

Dari informasi yang didapatkan, aksi penyerangan yang dilakukan oleh anak-anak Dinamika itu lantaran mereka tengah merayakan ulang tahun sekolahnya. Perayaan itu dilakukan dengan melancarkan aksi penyerangan terhadap anak-anak DWP dan Muhammadyah.

Kapolres Tegal Kota AKBP Siti Rondhijah SSi MKes, melalui Kapolsek Tegal Timur Kompol HM Syahri menegaskan, saat mendapatkan laporan adanya aksi penyerangan oleh siswa Dinamika terhadap DWP, pihaknya bersama dengan jajaran langsung ke tempat kejadian perkara (TKP). Tak hanya dari persoenl polsek, jajaran dari Polres Tegal Kota pun ikut turun.

”Saat kami turun ke TKP, mereka sudah kabur ke arah-arah kampung. Dan kami pun berusaha mencari penyebab kenapa sampai terjadi aksi penyerangan,” terangnya.

Menurutnya, sampai dengan sekarang pihaknya belum ada laporan soal korban penyerangan yang dilakukan oleh anak-anak SMK Dinamika. Meskipun didapat informasi ada anak yang mengalami luka akibat lemparan batu. ”Antisipasinya, kami berusaha melakukan pencegahan agar aksi penyerangan tidak terjadi lagi. Termasuk di antaranya koordinasi dengan sekolah agar bisa membina anak-anak didiknya,” bebernya.

Sementara itu, salah seorang siswa Dinamika, RD, mengaku kalau dia hanya ikut-ikutan kakak kelasnya. Dia diajak oleh rekan-rekannya untuk bisa ikut melakukan aksi penyerangan terhadap SMK DWP. ”Ya, saat ini DMC (Dinamika) sedang berulangtahun. Dan ini bentuk perayaan kami,” ulasnya.

Dia mengaku kalau dirinya tidak membawa senjata tajam. Namun, rekan-rekannya, termasuk kakak kelasnya yang membawa celurit. Sementara di tempat aksi penyerangan, seorang warga, Sumi, yang saat itu tengah melintas mengaku shock saat melihat puluhan anak-anak sekolah menggeber-geberkan motor sambil melempar batu. ”Saya juga sempat jongkok dan berusaha lari dari kerumunan anak-anak sekolah yang membawa celurit. Saya takut dan saya juga lari karena takut kena sasaran,” ungkapnya.

Dia berharap, polisi bisa menindak anak-anak sekolah yang dinilai tidak pantas berpredikat sebagai pelajar. Hal ini lantaran mereka membawa senjata tajam layaknya preman yang tak mengenyam bangku sekolah. (gus/fat)

Facebook Comments